Walikota Cilegon, Helldy Agustian saat menyampaikan sambutan pada acara Sosialisasi Calon Penerima Bantuan Usaha Ekonomi Produktif Sub Kegiatan Fasilitasi Bantuan Pengembangan Ekonomi Masyarakat yang digelar di salah satu hotel di Kota Cilegon,” Senin (18/10/2021). Foto : Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Walikota Cilegon, Helldy Agustian menilai bantuan hibah
Usaha Ekonomi Produktif (UEP) kepada Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di Kota Cilegon masih belum merata. Karena dari jumlah yang diajukan pada APBD 2022 hanya 5 KUBE yang teranggarkan mendapat bantuan UEP.

Akan hal itu pun, orang nomor satu di Kota Cilegon ini meminta agar Dinas Sosial bisa mengoptimalkan saat pengajuan anggaran.

“Pemerintah harus bisa memaksimalkan, karena tadi kan kita lihat anggaran di 2022 hanya 5 saja dan tidak merata di kecamatan. Makanya (Dinsos) ditegur tadi,” ujar Helldy ditemui awak media usai kegiatan Sosialisasi Calon Penerima Bantuan Usaha Ekonomi Produktif Sub Kegiatan Fasilitasi Bantuan Pengembangan Ekonomi Masyarakat yang digelar di salah satu hotel di Kota Cilegon,” Senin (18/10/2021).

Baca juga  Komunitas Difabel di Cilegon Butuh Perda Pelindungan Disabilitas

Helldy menyatakan, sasaran bantuan UEP ini sebenarnya diberikan untuk membantu pelaku usaha yang minim modal. Sejatinya bantuan harus merata di setiap kecamatan. Agar program pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja lebih terbuka.

“Ini kan bentuknya hibah Rp 2,5 juta, artinya program khusus untuk warga yang kurang mampu. Ini nanti bisa ditingkatkan pemberdayaannya, mereka bisa meningkatkan lapangan pekerjaan dan menciptakan lapangan pekerjaan,” terangnya.

Ia menyatakan, jika KUBE telah berkembang nantinya pemasarannya bisa digerakkan. Seperti memasarkan produk ke perusahaan/industri di Cilegon.

“Seperti satu contoh saya sampaikan, begitu banyak usaha kuliner sate bandeng. Bagaimana ke depan, sate bandeng ini bisa dimaksimalkan dan bisa di tempatkan di masing-masing perusahan/industri di Cilegon. Minimal, seminggu berapa kali, perusahaan ini membeli sate bandeng milik UMKM di Cilegon,” ujarnya.

Baca juga  Komunitas Difabel di Cilegon Butuh Perda Pelindungan Disabilitas

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon, Achmad Jubaedi menyatakan, pihaknya telah mengajukan 40 KUBE sebagai calon penerima UEP. Namun dalam sistem, kata dia, yang terverifikasi baru 5 calon penerima.

“Mudah-mudahan ada celah di pembahasan rapat gabungan R-APBD 2022 ada penambahan untuk 35 UEP yang belum menerima hibah ini. Kemungkinan untuk 35 lagi akan kami perjuangkan. Pengajuan hibah ini pun harus sesuai dengan mekanisme,” katanya. (Ully/Red)