CILEGON, SSC – Walikota Cilegon, Robinsar mengaku sebelum menjalankan mutasi terhadap pejabat eselon II akan terlebih dahulu melakukan tes wawancara. Tes Wawancara itu akan dilakukan oleh Tim Panitia Seleksi (Pansel) mutasi pejabat eselon II.
“Yang pasti nanti eselon II, minggu depan sudah mulai wawancara dengan tim pansel. Baru nanti bertahap yang lainnya,” kata Robinsar kepada Selatsunda.com ditemui di ruang kerjanya, Rabu (3/9/2025).
Robinsar menjelaskan, setelah nanti mutasi pejabat eselon II selesai dilakukan baru nanti untuk posisi jabatan kepala OPD yang kosong akan dilakukan seleksi terbuka atau open bidding.
“Setelah nanti (eselon II) terposisikan di posisi yang baru, baru kekurangannya, kita akan pastikan open bidding untuk eselon III. (Pejabat Eselon II) Yang ada kita puter dahulu nih, tinggal nanti mana yang kosong, nanti akan di-open bidding-kan. Entah itu sementara di Plt-kan karena belum ada nama (pejabat definitif) atau kita open bddingkan untuk posisi jabatan (kosong),” ucapnya.
Orang nomor satu di Kota Cilegon ini pun mengaku, ia bersama Wakil Walikota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo dalam mutasi tersebut melakukannya secara profesional. Penempatan dengan melihat potensi dan kemapuan dari pejabat itu sendiri. Bahkan, apabila pejabat sebelumnya dianggap sukses menjalankan tugasnya, ia akan menggeser pejabat tersebut ke OPD yang baru.
“Kalau di tempat yang lama kinerja mereka sudah bagus, otomatis kami geser ke jabatan/OPD yang baru. Jadi kalau OPD membutuhkan tenaga yang lebih, otomatis pejabat yang di tempat yang lama sudah bagus, disana lah mereka akan mereka jabat,” ujarnya.
Kata Robinsar, dirinya tidak melihat usia dalam menempatkan pejabat di OPD. Tetapi menempatkan berdasarkan kinerja dari pejabat itu sendiri.
“Tua dan muda itu hanya angka. Mau usia 45, 55, 58 atau 59 kalau kinerjanya bagus kami pertahankan. Tapi kalau usia 45 kinerjanya malas-malasan sana aja. Usai bukan patokan bagi kami. Yang pasti harus mau kerja itu yang kami lihat,” pungkas Robinsar. (Ully/Red)

