SERANG, SSC – Walikota Serang, Syafrudin tampak geram dengan kinerja anak buahnya saat Rapat Evaluasi Serapan dan Realiasi APBD Periode Juni 2020 yang digelar di Aula Setda Pemkot Serang, Senin (20/7/2020).
Orang nomor satu di Kota Serang geram dengan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dihasilkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Serang. PAD sejak Januari hingga Juni 2020 hanya mencapai Rp 258 juta atau mencapai 10 persen dari nilai yang ditargetkan. Menurut Syafrudin, capaian tersebut dari target Rp 2,431 miliar tidaklah masuk di akal.
“Bagi saya target 10 persen itu gak masuk akal. Kalau saya lihat kinerja 2 tahun ini belum maksimal. Tentunya ini akan menjadi catatan agar dinas terkait serius mencapai target PAD tersebut,” kata Syafrudin kepada awak media.
Kekesalan Syafrudin bukan hanya terkait realisasi PAD yang dicapai hingga pertengahan 2020. Namun kekesalan memuncak karena realisasi di tahun 2018 dan 2019 juga tak capai target.
“Pada 2018 aja serapan anggaran hanya mencapai 35 persen. Di Januari hingga Juni 2020 juga mencapai 10 persen,” ungkapnya.
Sejauh ini, kata Syafrudin, target Rp 100 juta perbulan yang ditetapkan Dishub dianggap masih kecil. Mengingat Kota Serang memiliki potensi PAD di sektor perparkiran yang besar. Diantaranya seperti potensi parkir di kawasan Royal, Jalan Dipenogoro dan lainnya masing-masing bisa mencapai Rp 22 hingga Rp 23 juta.
Sementata itu, Plt Sekretaris Dishub Kota Serang Hardi memaparkan beberapa faktor pencapaian PAD di Dishub tak mencapai target karena beberapa tempat wisata di Kota Serang tutup akibat kondisi Pademi Covid-19 ( Virus Corona).
“Beberapa bulan lalu kan karena Covid-19, parkir di KPW Banten Lama ditutup sehingga Pontesi pendapatan pun berpengaruh. Akhirnya nol pendapatan,” jelasnya.
Selain itu, retribusi dari Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) pun tidak dapat dipenuhi karena Dishub belum memiliki gedung serta Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai untuk melaksanakan kegiatan tersebut.
“Dengan adanya peraturan dari Dirjen Darat nomor 1471 tahun 2016 tentang akreditasi unit pelaksanaan uji kendaraan bermotor. Dan untuk Kota Serang sampai saat ini belum memiliki gedung, peralatan serta SDM. Sehingga belum bisa melaksanakan uji tersebut dan tidak mendapatkan retribusi apa pun,” tuturnya.
Pihaknya berharap, target PAD dapat tercapai sesuai yang diharapkan. Paling tidak PAD bisa dicapai maksimal hingga 80 persen.
“Iyah benar pencapaian di Dishub Kota Serang baru mencapi 10 persen. Pak Walikota sih meminta kami agar melakukan evaluasi untuk mengejar 6 bulan lagi pendapatan tersebut. Mudah-mudahan saja target pendapatannya terealisasi sesuai harapan. Meskipun tidak diangka 100 persen yang pasti dapat mendekati 75 persen hingga 80 persen,” pungkasnya. (SSC-03/Red)

