Nelayan tengah beraktivitas melaut saag berada di Peraiaran Bojonegara, Kabupaten Serang. (Foto Dokumentasi)

CILEGON, SSC – Masyarakat Kampung Pangsoran Desa Bojonegara, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang menolak keras aktivitas reklamasi pasir laut yang dilakukan oleh PT Wilmar. Proyek reklamasi dianggap sangat merugikan para nelayan di Bojongera sehingga membuat rusaknya ekosistem laut.

Koordinator Nelayan Kali Sereyang, Kampung Pangsoran, Kecamatan Bojonegara, Sarkani mengaku, jika pihak PT Wilmar hingga saat ini belum memberikan sosialiasi kepada warga Bojonegara secara jelas tentang aktivitas reklamasi pasir laut di Bojonegara. Bahkan, ia pun menyayangkan akibat dari reklamasi ini, pencaharian para nelayan di Bojonegara sulit mencari ikan.

“Secara tegas kami menolak adanya reklamasi pasir laut yang dilakukan oleh PT Wilmar. Salah satu imbas dari reklamasi pasir laut ini langsung dirasakan oleh para nelayan yang mencari ikan. Yang biasanya para nelayan ini bisa mencari ikan hingga ke tengah laut, tapi dengan adanya reklamasi ini mereka tidak bisa mencari ikan hingga ke tengah,” kata Sarkani kepada awak media ditemui di salah satu rumah makan di Kota Cilegon,” Rabu (9/10/2019).

Lanjut Sarkani, apabila penolakan ini tidak digubris PT Wilmar, warga Bojonegara berencana akan menggelar aksi besar-besaran untuk mensetop aktivitas reklamasi.

“Jika penolakan kami ini diindahkan oleh mereka, kami akan menutup akses perusahaan PT Wilmar. Bahkan, kami mendesak pihak managemen memecat pihak pimpinan PT Wilmar,” lanjutnya.

Sarkani menjelaskan, luas reklamsi yang telah dikeruk oleh pihak PT Wilmar memiliki luasan 2,5 hektar dan rencana untuk pembuatan jeti dengan panjang 1,4 kilometer.

“Untuk itu, kami mengutuk keras kelanjutan proyek reklamasi PT Wilmar. Jika itu terjadi maka hari ini kami Warga Bojonegara mengutuk keras segala perbuatanmu,” tandasnya.

Ia menerangkan, aksi itu sangat mempengaruhi alam di Bojonegara. Ia khawatir, akibat aktivitas tersebut bisa mengakibatkan bencana alam seperti tsunami dan gempa bumi. Oleh karenanya, ia memperingatkan agar perusahaan tidak semena-mena merusak alam.

Senada dengan Sarkani, salah satu Waga Bojonegara Fikri D menyatakan, kegiatan reklamasi pasir laut ini telah melukai dan menyakiti hati masyarakat asli Bojonegara.

“Ini justru menyakitkan hati masyarakat Bojonegara. Mereka melakukan aktivitas ini, yang terkena dampaknya adalah warga Banten khsusunya warga Bojonegara. Ini tidak adil bagi kami. Ini Indonesia! Mereka jangan macam-macam kepada kami! Jika mereka tidak mau terkena imbas dari aktivitas yang mereka lakukan,” tungkasnya.

Sementara, Kepala Sekuriti PT Wilmar di Bojonegara, Bambang dikonfirmasi enggan memberi keterangan lebih jauh. Secara singkat, yang bersangkutan menyatakan tidak berkapasitas memberi klarifikasi. (Ully/Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here