CILEGON, SSC – Masyarakat Kota Cilegon tentunya harus lebih waspada lagi dengan teror ular cobra dan piton yang mulai bermunculan di musim pancaroba sekarang ini. Sebab, pada kondisi saat ini, keberadaan ular biasanya bermunculan di pemukiman warga untuk bertelur dan menetas.
Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Cilegon Lela Suleha meminta masyarakat dengan fenomena tersebut dapat menerapkan hidup besih agar lingkungannya tidak menjadi sarang ular di saat musim pancaroba.
“Ancaman ular cobra dan piton menjadi ancaman masyarakat di saat kondisi sekarang ini. Tentunya dengan kondisi seperti ini, tingkat kewaspadaan musti ditingkatkan kembali,” kata Lela kepada Selatsunda.com,” Selasa (24/2/2021).
Menurut Lela, lingkungan tempat tinggal rumah warga harus terus bersih. Karena, ular ular kobra dan piton sangat senang berada di tempat yang rimbun, hangat, serta lembab seperti di tumpukan rumput dan selokan.
“Apabila masyarakat kedapatan melihat ular kobra berada di rumah atau di lingkungan sekitar untuk segera mengamankan,” ujar Lela.
Senada dengan Lela, Kabid Pemadaman dan Penyelamatan DPKP, Ipan Zaenudin menambahkan, pihaknya sejak 2020 menangkap 6 hewan ular di rumah warga. Untuk dua bulan terakhir tahun ini, pihaknya sudah menangkap ular sebanyak 9 ekor ular.
“Kemungkinan tahun ini penemuan ular akan semakin bertambah dibandingkan dengan 2020 lalu. Bisa dilihat sejak Januari hingga 24 Febuari 2021, sudah ada 9 ekor ular yang berhasil kami tangkap,” beber Ipan.
Lanjut Ipan, kebanyakan ular yang berhasil ditangkap ini, yakni, ular jenis cobra dengan ukuran panjang 3 meter.
“Panjangnya hampir 3 meter. Tentu ini sangat berbahaya untuk keselamatan warga terutama di musim pancaroba ini,” pungkasnya. (Ully/Red)

