Foto Istimewa

CILEGON, SSC – Gunung Anak Krakatau (GAK) yang ada di perairan selat sunda, antara Provinsi Banten dan Lampung meletus, Senin (25/06/2018) tadi pagi.

“Tadi pagi terjadi satu kali letusan. Sekitar pukul 07.14 WIB. Sampai sekarang hanya satu kali letusan,” ungkap Pengamat Gunung Api Pos Pemantau Gunung Anak Krakatau, Kecamatan Pasauran, Kabupaten Serang, Deni Mardiono, dikonfirmasi.

Deni menyebutkan, aktivitas kegempaan tercatat mulai meningkat sejak 18 juni 2018 lalu. Dimungkinkan letusan yang terjadi hari ini karena siklus empat tahunan sejak letusan pada Februari 2017 lalu.

“Jadi memang periode Krakatau ini kan 1 sampai 4 tahun, periode untuk letusannya. Februari 2017 lalu kan meletus, kemungkinan tahun 2018 ini, siklus satu tahunnya, ” paparnya.

Status GAK, kata Deni, dalam status waspada sejak 26 januari 2012 lalu. Sekalipun terjadi letusan saat ini, pihaknya meminta agar masyarakat sekitar baik di Provinsi Banten dan Lampung tetap tenang dan waspada. Ia juga menghimbau agar masyarakar tidak mempercayai dengan mudah tentang isu-isu yang tidak benar.

“Masyarakat tidak diperbolehkan mendekati kawah Gunung Anak Krakatau dalam radius 1 kilometer dari kawah. Jadi masyarakat Banten dan Lampung diharapkan tenang. Jangan mempercayai isu-isu tentang versi GAK Tsunami. Masyarakat pantai jangan terpancing isu-isu,” tandasnya (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here