Wakil Walikota Cilegon, Sanuji Pentamarta saat melakukan kunjungan ke pelaku UMKM di Cilegon. Foto Istimewa

CILEGON, SSC – Pademi Covid-19 membuat penjualan produk dari pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kota Cilegon, terpuruk. Dengan kondisi ini, Wakil Walikota Cilegon, Sanuji Pentamarta mengimbau kepada seluruh pejabat ikut membantu dalam memasarkan produk pelaku usaha.

“Bagaimana caranya produk UMKM ini dapat bangkit ditengah pademi. Satu contoh, pejabat di Cilegon bisa jadi endorse (mendukung), memasarkan semua produk milik UMKM kita. Pejabat maupun tamu-tamu penting di pemerintahan bisa membeli produk UMKM Cilegon,” kata Sanuji kepada Selatsunda.com ditemui di Pemkot Cilegon, Kamis (16/9/2021).

Sanuji meminta agar perusahaan, pabrik maupun perkantoran di Cilegon juga terlibat.
Salah satu caranya bisa dengan menyediakan displai produk pelaku usaha.

Baca juga  Amankan Pilkades Kabupaten Serang 2021, Polres Cilegon Kerahkan 869 Personel

“Bagi saya ini gagasan yang cukup bagus dan harus dilakukan. Melalui program ini, diharapkan bisa menjadi sebuah harapan untuk meningkatkan pendapatan dari UMKM,” ujarnya.

Sejauh ini mengenai Peraturan Walikota Nomor 43 tahun 2016 tentang Pembatasan Toko Modern dan Kewajiban Kemitraan Toko Modern dengan Usaha Mikro, Kecil Menengah yang mengharuskan setiap pelaku usaha memasarkan produk UMKM, tidak berjalan optimal. Maka dari itu, ia mendesak Dinas Koperasi untuk lebih efektif dalam berkomunikasi.

“Iyah benar masih enggak jalan. Karena itu, saya minta mereka (Dinas Koperasi) lebih aktif berkomunikasi,” tegas Sanuji.

Semetara itu, Kasi UMKM pada Dinas Koperasi Cilegon, Teti Heriyati saat dihubungi melalui pesan singkat whatshapp dan telepon belum merespon. (Ully/Red)