CILEGON, SSC – Wakil Walikota Cilegon, Sanuji Pentamarta meninjau warga di sejumlah wilayah Cilegon yang terendam banjir, Sabtu (3/4/2021). Pantauan Selatsunda.com di lokasi, Wakil Walikota Sanuji mengunjungi lokasi banjir di Linkungan Sambirata, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cibeber pada pukul 13.00 WIB. Selanjutnya, Sanuji juga meninjau rumah warga di Lingkungan Kranggot, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Cilegon dan Lingkungan Terate Udik 1,2,3 dan Lingkungan Kenaga, Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang.
Wakil Walikota Sanuji mengaku prihatin dengan peristiwa banjir yang menimpa Cilegon. Bukan hanya rumah warga saja namun ada juga beberapa sekolah yang ikut terendam. Oleh karena itu, ia mendesak agar OPD (Organisasi Perangkat Daerah) baik Dinkes, BPBD, Dinsos dan lainnya untuk cepat tanggap menangani persoalan banjir.
“Tadi pas saya mantau banjir, ada beberapa sekolah yang ikut terendam banjir. Satu di sekolah di SD Negeri I Masigit dan TPA El Weiss. Dengan kondisi ini, saya perintahkan semua turun. Dinas Kesehatan, Ahad, hari minggu harus turun mengecek tingkat kesehatan masyarakat yang terkena banjir. Dinas PU harus cari solusi. BPBD harus memastikan logistik cukup untuk warga terdampak. Dinas Sosial harus back up untuk bantu BPBD,” kata Sanuji kepada awak media ditemui disela-sela memantau, Sabtu (3/4/2021).

Ia mengungkapkan, banjir yang terjadi kali ini merendam rumah dari 300 KK di tiga lokasi. Untuk di wilayah Tangul Bendungan, Masigit, ia memerintahkan DPUTR segera melakukan koordinasi dengan pihak Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWS C3) Provinsi Banten.
“PU harus komunikasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai milik Provinsi Banten. Karena ada aset milik balai yang tidak bisa kita ganggu. Kedepan pun, PU harus segera membangun Tembok Penahan Tanah (TPT) untuk menahan banjir tersebut. Dan saya minta sungai-sungai di Kota Cilegon segera dikeruk agar tidak terjadi pendangkalan sungai,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala DPU-TR Cilegon, Ridwan mengaku akan secepatnya berkoordinasi dengan BBWS C3 Provinsi Banten karena ada aliran sungai yang tidak berfungsi sehingga menyebabkan banjir.
Beberapa yang tidak berfungsi diantaranya di wilayah Masigit dan Panggung Rawi.
“Nanti kita (PU Cilegon) akan ke sana. Untuk memberitahukan ada beberapa bangunan yang kebetulan tidak berfungsi seperti yang ada di wilayah Masigit. Kalau memang tidak berfungsi lebih baik dibongkar. Tapi kalau masih berfungsi, coba cari solusi agar tidak menganggu,” ujar Ridwan.
Ia menyatakan, pihaknya untuk pengendalian banjir secara jangka pendek akan berencana membangun TPT di dua wilayah baik di Lingkungan Medaksa, Pulomerak dan Cibeber.
“Jadi jangka pendeknya membangun TPT dan membongkar bangunan yang tidak berfungsi di aliran sungai. Selain membangun TPT dan pembongkaran bangunan, kita tetap melakukan pembersihan agar semua kali di Kota Cilegon tidak terjadi pendangkalan kembali,” pungkasnya. (Ully/Red)

