SERANG, SSC – Sebanyak 410 wisudawan Universitas Serang Raya (Unsera) dan resmi menjadi Sarjana dan Ahli Madya. Prosesi wisuda ratusan mahasiswa tersebut digelar secara khidmat di Rachmatoellah Convention Hall Unsera pada Selasa (24/10/2023).

Dalam kesempatan itu, Rektor Unsera DR Abdul Malik memberikan sambutan. Atas nama civitas Akademika Unsera, Malik mengucapkan selamat dan berharap ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal di tengah masyarakat.

“Atas nama civitas akademika Unsera, saya mengucapkan selamat. Ananda layak di wisuda hari ini. Semoga semua ilmu yang diperoleh selama belajar di Unsera bermanfaat sekaligus menjadi bekal dalam berjuang dan berkarya di tengah-tengah masyarakat,” ujar Rektor Malik.

Malik menegaskan, pasca wisuda, para alumni akan dihadapkan dengan realita sesungguhnya. Oleh karena itu, Malik meminta agar mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik.

Baca juga  Pertemuan Komwil III APEKSI di Depok, Wali Kota Helldy Ungkap Bonus Demografi 2045 Jadi Bahasan Utama

“Belilah masa depan dari sekarang, dengan meningkatkan kemampuan sesuai bidang yang hendak digeluti, meluaskan dan meluweskan pergaulan, serta terus menambah pengalaman,” papar Malik.

Malik juga mengajak para wisudawan untuk tidak menjadi generasi yang mager, malas gerak, generasi yang individual dan asosial karena lebih suka berinteraksi dengan gadget. Hal itu lantaran ke depan, tantangan juga akan semakin berat.

Di tempat yang sama, Ketua Yayasan Pendidikan Informatika (YPI) Serang, H. Mulya R. Rachmatoellah menyampaikan selamat kepada seluruh l wisudawan dan mengapresiasi pelaksanaan wisuda gelombang I Sarjana dan Ahli Madya ke XVI.

“Saya mengucapkan selamat kepada para wisudawan dan sangat mengapresiasi pelaksanaan wisuda hari ini,” ungkapnya.

Baca juga  Pertemuan Komwil III APEKSI di Depok, Wali Kota Helldy Ungkap Bonus Demografi 2045 Jadi Bahasan Utama

Kepada mahasiswa yang di wisuda, ia berharap untuk memelihara dan menjaga spirit almamater yakni Unsera hingga akhir hayat.

“Jika kalian diibaratkan sebuah buah, maka buah ini tidak boleh lepas dari rantingnya, ranting tidak pernah lepas dari batangnya, batang tidak pernah lepas dari pokoknya. Maka ketika kita ingin mengabdikan diri kita, mengabdikan apa yang kita miliki maka kita kembalikan kepada jika kita berbicara ilmu pengetahuan tidak lepas dari pokoknya yakni almamater,” pungkasnya. (Red)