Surfer asal Jawa Barat, James berselancar dalam ajang Banten Surf Comp 2019 di Pantai Sawarna, Kabupaten Lebak, Minggu (13/10/2019). Foto Ronald/Selatsunda.com

LEBAK, SSC – Pantai Sawarna yang ada di Kecamatan Cilograng, Kabaputen Lebak menjadi incaran para peselancar lokal dan internasional. Sedikitnya, pantai yang ada di bagian selatan Banten ini memiliki 4 spot terbaik bagi para surfer salah satunya Pantai Pasir, Sawarna tempat pelaksanaan Banten Surf Comp 2019.

“Ada sedikitnya sekitar 3-4 spot surfing di Pantai Sawarn. Ada Pantai Pasir ada, di karang juga ada. Itu ketinggian kalau disini lagi besar-besarnya bisa sampai 6 meter,” ujar Ketua Persatuan Selanncar Ombak Indonesia (SOI) Kabupaten Pandeglang, Rimba Mahardika disela-sela kegiatan di Banten Surf Comp 2019, Minggu (13/10/2019).

Menurut Rimba, ombak Pantai Sawarna berkelas dunia karena memiliki karakteristik yang berbeda dengan pantai lain diantaranya durasi bentangan ombak cukup lama dengan tantangan banyak karang di dasar laut. Karena kekhasan itulah, Sawarna menjadi destinasi yang dituju banyak peselancar.

Baca juga  RSUD Cilegon di Pusaran Bisnis RS Swasta, Pendapatan Drop 4 Tahun Terakhir, Semester I 2021 Hanya Capai Rp 26 Miliar

“Disini bagus. Ombaknya konsisten, durasi ombak cukup panjang juga. Untuk kompetisi pun bagus,” terangnya.

Sementara, Pro Surfer asal Cimaja, Jawa Barat, Dede Suryana mengatakan, Pantai Sawarna sudah bisa menjadi salah satu tempat untuk diadakan event surfing internasional. Selain tinggi, ombak Sawarna juga konsisten.

“Kalau sawarna, bisa besar ombaknya. Sebenarnya karena disini lebih terbuka, laut lepas, tantangannya ombaknya bisa besar. Disini bisa 10 feet. Bahkan saya pernah main sampai 10 feet,” tuturnya.

Sawarna juga kata dia, punya ciri khas tersendiri. Yang terbaik adalah gelombang ombak yang mengarah kiri.

“Ombaknya kan kekiri, terus dasarannya bergelombang, bukan datar. Disini itu bagus kombinasi, barrel juga ada,” tuturnya.

Baca juga  Bareng-bareng Tanggulangi Pencemaran Laut, KSOP Banten Gagas Pengklasteran Pelabuhan

Agar menjadi destinasi wisata yang terkenal, harap Dede, Sawarna dapat tetap dijaga baik. Khusus untuk peselancar lokal diminta juga dapat terus mengasah kemampuannya untuk membawa nama daerahnya menjadi peselancar profesional.

“Surfer dri Banten begitu juga anak-anak Cimaja harus bejar keras terutama yang baru belajar under sixteen (dibawah 16 tahun). Kalau belajar jangan main-main, tapi harus ada target. Kalau hari ini bisa ngapain, belajarnya harus ngapain. Kalau mau surfer harus ada motivasi. Kalau mau menjadi surfer membawa nama daerahnya, harus ada target,” paparnya. (Ronald/Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini