Petugas tengah menerima laporan masyarakat lewat layanan Serang Siaga saat di Kantor Diskominfo Kota Serang, Senin (9/11/2020). Foto Fathul Rizkoh/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Berbagai upaya terus dilakukan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Serang untuk meningkatkan pelayanan mewujudkan Kota Serang menjadi kota berbasis Smart City. Satu upayanya dilakukan dengan terus meningkatkan layanan Serang Siaga (Call Center) 112 kepada masyarakat.

Layanan nomor tunggal Kegawatdaruratan, Serang Siaga 112 yang diluncurkan pada Februari 2019 ini perlahan sudah mulai banyak dikenal dan direspon oleh masyarakat Kota Serang. Respon masyarakat terhadap layanan Serang Siaga 112 tiap tahunnya kian meningkat.

Kepala Diskominfo Kota Serang, Hari Pamungkas mengatakan, dari laporan aduan Serang Siaga 112 mulai bulan Januari hingga September 2020 tercatat sebanyak  23.734 aduan. Angka tersebut naik jika dibandingkan tahun 2019 pada periode yang sama, yakni dengan laporan sebanyak 16 ribu aduan.

Baca juga  Ular Sanca Sepanjang 3 Meter Ditemukan di Kantor Disnaker Cilegon

“Ya, laporan panggilan siaga naik dua kali lipat di tahun ini, paling banyak panggilan siaga diarahkan kepada Damkar,” ungkap Kadiskominfo, Hari Pamungkas kepada Selatsunda.com di temui di kantornya, Senin (9/11/2020).

Kadiskominfo Kota Serang, Hari Pamungkas di wawancarai di Kantornya.

Ia menjelaskan, dari 23 ribu laporan panggilan siaga, 162 diantaranya merupakan aduan valid. Sisanya sebanyak 23.572 aduan merupakan prank call atau ghost call.

Ia merinci dari jumlah aduan valid, 34 aduan diantaranya mengenai konsleting listrik dan disusul 22 laporan tentang kecelakaan. Kemudian panggilan siaga juga mengenai 19 aduan kebakaran, 19 laporan permintaan ambulans, 18 laporan pohon tumbang serta laporan lainnya.

Hari mengungkapkan, pihaknya dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat terus gencar melakukan sosialisasi secara berkelanjutan. Upaya itu dilakukan dengan mengkampanyekan layanan Serang Siaga 112 melalui berbagai cara. Baik lewat publikasi tata cara panggilan melalui media Diskominfo, media cetak ataupun elektronik lainnya.

Baca juga  Baru Dibuka, Pasien OTG Corona di Rusunawa Margaluyu Kota Serang Tembus 6 Orang

“Mungkin banyak yang belum paham panggilan siaga ini, maka kita tetap lakukan sosialisasi serta publikasi,” paparnya.

Sejauh ini, kata dia, prank call atau ghost call tidak dikenakan sanksi. Pemberian sanksi hanya bersifat pemblokiran nomor meski UU ITE No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik pasal 27 telah mengaturnya.

“Belum ada yang dikenakan sanksi. Karena masih melakukan edukasi,” tandasnya.

Pihaknya berharap, agar masyarakat dapat benar-benar memanfaatkan layanan Pemkot Serang ini sebaik-baiknya. Agar supaya program yang diberikan dapat dinikmati dan masyarakat kian terlayani oleh pemerintah. (Adv)