Kepala Rutan Kelas II B Pandeglang Heri Kusrita diwawancarai di Kantornya, Jumat (9/8/2018). Foto Abful Ajis/Selatsunda.com

PANDEGLANG, SSC – Sebanyak 11 warga binaan yang terjerat kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) tidak menerima remisi pada Perayaan HUT ke – 73 Kemerdekaan RI di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Pandeglang.

Kepala Rutan Kelas II B Pandeglang Heri Kusrita mengatakan, berdasarkan data yang dimiliki oleh Rutan Kelas II B Pandeglang, dari 201 narapidana, hanya 83 narapidana  yang menerima remisi. Sementara 11 narapidana lain tidak menerima remisi di Hari Kemerdekaan tahun ini. 83 napi ini terdiri dari 82 orang remisi Umum dan 1 napi khusus atau langsung bebas.

“Untuk napi yang tidak mendapat remisi, karena mereka (napi) terjerat kasus korupsi bahkan napi ini juga belum memenuhi persyaratan yang telah ditentukan dengan membayar kerugian negara yang telah diputuskan oleh  pengadilan. Bahkan, ” kata Heri kepada Selatsunda.com,” Kamis (9/8/2018).

Dijelaskan Heri, pemberian remisi ini berdasarkan PP (Peraturan Pemerintah) nomor 99 Tahun 2012 Tentang perubahan kedua atas PP nomor 32 tahun 1999 Tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan.

“Satu berperilaku baik, sudah ingkrah dan sudah menjalani enam bulan tahanan,” jelas Heri.

Ia mengatakan, 3 dari 11 napi korupsi semestinya mendapat remisi. Hanya saja karena persyaratan bayar denda tidak dipenuhi, remisi atau pembebasan bersyarat tidak diberikan.

“Padahal kalau bayar denda mereka bisa mendapat remisi karena sudah menjalani masa tahanan lebih dari enam bulan,” pungkasnya. (Azis/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here