20.1 C
New York
Selasa, September 1, 2026
BerandaPeristiwa3 Bulan Lagi Pensiun, Walikota Edi Titipkan Kada Baru Lanjutkan Mega Proyek...

3 Bulan Lagi Pensiun, Walikota Edi Titipkan Kada Baru Lanjutkan Mega Proyek yang Belum Rampung

-

CILEGON, SSC – Walikota Cilegon Edi Ariadi akan memasuki masa pensiunnya pada Febuari 2021 mendatang.

Edi pun menyampaikan pesan dan harapan saat akan mengakhiri jabatannya.

Edi yang juga menjabat Ketua Partai NasDem Banten meyampaikan berbagai pesan kepada kepala daerah Kota Cilegon yang terpilih. Diantaranya meminta agar bisa melanjutkan megaproyek yang belum dituntaskannya dalam RPJMD serta meningkatkan mutu pendidikan.

“Siapapun walikota dan wakil walikota Cilegon terpilih, saya berpesan agar tetap melanjutkan dan menuntaskan megaproyek walikota sebelumnya serta meningkatkan pendidikan tanpa melupakan identitas Cilegon dari segi keagamaan,” kata Edi Ariadi usai melakukan pencoblosan di TPS 16 PCI, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Rabu (9/12/2020).

Edi menjelaskan, pesan yang disampaikan itu dengan melihat karakteristik Kota Cilegon diharapkan bisa dijalankan simultan. Menurutnya, kepala daerah yang terpilih harus bisa menjalin hubungan yang baik dan positif untuk masyarakat Cilegon.

“Semua itu harus berjalan secara simultanlah. Antara pembangunan, keagamaan, peningkatan mutu pendidikan untuk warga Cilegon,” lanjut Edi.

Selama memimpin Kota Cilegon bersama walikota, Iman Ariadi di periode sebelumnya dan Wakil Walikota, Ratu Ati Marliati di periode ini, Edi mengaku masih meyisakan  pekerjaan rumah. Apalagi di masa jabatannya sebagai Walikota, pekerjaan banyak belum selesai karena pandemi Covid-19.

“Iyah masih banyak PR selama saya menjabat mendampingi Pak Iman dan Bu Ati Marliati. Kekurangan ini, karena hampir semua negara mengalami pandemi Covid-19, sehingga membuat program pembangunan terganggu karena anggaran pendanaannya dialihkan ke penanganan Covid-19,” ujarnya.

Edi mengungkapkan, belum terselesaikan nya berbagai program karena kondisi pademi covid-19 yang mengharuskan seluruh anggaran di refocusing.

“Ya banyak, ya pokoknya karena itukan mega proyek tapikan dananya tersendat karena pandemi ya otomatis lah kita akui itu. Itu bukan kesalahan kita jugalah tapi karena ya memang situasi nasional situasi internasional akibat pandemi itu kan menurun semuanya,” pungkasnya. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2