Tiga terdakwa kasus penyelundupan 300 Kilogram ganja di Cilegon dituntut hukuman mati saat Sidang Tuntutan di Pengadilan Serang, Rabu (11/12/2019). Foto Istimewa

SERANG, SSC –  Tiga terdakwa Misbahudin (36), Jaenudin (26) dan Dedi Kaharmunas (37) yang terjerat kasus penyelundupan 300 Kilogram ganja di depan hotel D’Orange Home Stay Purwakarta, Kota Cilegon dituntut hukuman mati. Tuntutan ini dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Wandi Batubara di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Rabu (11/12/2019).

“Tiga terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana permufakatan jahat narkotika atau melawan hukum dengan pidana mati dengan barang bukti 300 kilogram ganja,” kata Wandi dalam bacaan tuntutan.

Ketiga terdakwa saat sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Guse Prayudi dalam amar putusan JPU disebutkan terdakwa terbukti bersalah secara meyakinkan melanggar pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) undang-undang Republik Indonesia nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Dalam dakwaan, pada 10 Mei 2019 terdakwa Misbahudin diperintahkan oleh seorang DPO bernama Jawa mengambil barang narkotika jenis ganja, kemudian Misbahudin berangkat dari Bogor bersama dengan Jaenudin menggunakan mobil Avanza warna hitam untuk mengambil barang haram tersebut di daerah Cilegon.

Saat tiba di Cilegon tepatnya di depan hotel D’Orange Home Stay Misbahudin dan Jaenudin bertemu dengan Dedi. Kemudian ketiganya mengangkat dan memindahkan karung yang berisi ganja dari mobil boks ke dalam mobil Toyota Avanza.

Saat memindahkan barang narkotika tersebut ketiga terdakwa ditangkap oleh petugas BNN, kemudian dilakukan pengeledahan dan pemeriksaan ternyata karung yang berada dalam mobil Avanza berisi narkotika Golongan 1 Jenis Ganja sebanyak 10  atau sebanyak 300 bungkus dengan total berat brutto 309.350 gram. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here