Kantor BPKAD Kota Cilegon. (Foto Dokumentasi)

CILEGON, SSC – Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Kota Cilegon akan mempercepat sertifikat aset-aset jalan di Kota Cilegon. Langkah itu sebagai upaya menindaklanjuti Keputusan Wali Kota Cilegon nomor 620/kep.372-DPUTR/2018 tentang Status Jalan Kota Cilegon.

Kasubid Perencanaan dan Pengamanan Aset pada BPKAD Cilegon Iwan Kurniawan mengatakan, dari total 393 aset tanah jalan di Cilegon, yang sudah bersertifikat sebanyak 23 aset dan yang masih belum bersertifikat sebanyak 370 aset.

“Informasi dari Kemendagri, baru Kota Cilegon dan Bali yang berhasil men sertifikat aset tanah dan jalan. Ini bentuk prestasi yang berhasil BPN Cilegon yang mampu mensertifikasi jalan,” kata Iwan kepada Selatsunda.com,” Selasa (7/9/2021).

Baca juga  Sejumlah Elit Politik Hadiri Pelantikan Partai Beringin Karya Cilegon

Iwan menyatakan, memang proses pembuatan sertifikat tanah jalan lebih lama dan sulit dibandingkan aset gedung. Karena dalam teknis pengukuran mempertimbangkan berbagai aspek.

“Untuk tanah jalan, di mana BPN harus menghitung lebar, panjang dan untuk mengukur jalan tersebut harus sesuai dengan titik koordinatnya. Butuh waktu juga untuk memastikan titik tersebut sesuai,” ujar Iwan.

Nantinya, kata Iwan, dengan seluruh aset jalan di Cilegon tersertifikat legalitas terpenuhi. Dengan begitu juga keberadaan lahan milik daerah terdata dengan baik dan terdaftar secara hukum melalui Kantor Pertanahan.

BPKAD Cilegon selain aset tanah jalan juga akan menargetkan sertifikat 150 aset lainnya ke BPN. Aset-aset tersebut meliputi, aset tanah jalan, sekolah dan gedung.

Baca juga  Lapas Cilegon Butuh Bantuan Pemkot  Pasarkan Hasil Karya Narapidana

“Tahun ini kita targetkan 150 semua aset di Cilegon bersertifikat sisanya kami targetkan di tahu  depan. Saat ini aja kita memiliki 1072 bidang tanah dan yang telah bersertifikat sudah mencapai 60 persen atau mencapai 575 bidang tanah,” pungkas Iwan. (Ully/Red)