Petugas bidang LLAJ pada Dinas Perhubungan (Dishub) Cilegon melakukan pemasangan stiker izin trayek ke salah satu angkutan umum,” Jumat (18/10/2019). Foto istimewa

CILEGON, SSC – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon menyatakan baru 46 persen angkutan di Cilegon mengantongi izin trayek kendaraan. Sementara, 54 persen lainnya masih tak berizin lengkap.

Demikian disampaikan Kasi Angkutan Jalan Bidang LLAJ Dishub Cilegon F Ahmad kepada Selatsunda.com,” Jumat (18/10/2019).

Ia mengatakan, berdasarkan data dari 1 Januari hingga 18 Oktober, jumlah angkutan yang tercatat memiliki izin dari Dishub Cilegon baru 546 kendaraan atau sekitar 46 persen. Jumlah ini berbanding terbalik dengan total kendaraan angkot di Cilegon sebanyak 1292 kendaraan.

“Kita tidak memungkiri hingga 18 Oktober baru 546 angkutan yang memiliki izin trayek. Penyebab masih minimnya izin trayek angkutan ini, karena kesadaran pemilik angkutan yang enggan mengurus izinnya ke Dishub Cilegon. Selain itu, banyaknya angkutan yang telah berpindah tangan dengan beda pemiliknya,” katanya.

Ia menambahkan, kepemilikan izin trayek angkutan ini sudah diatur dalam Perda (Peraturan Daerah) nomor 12 tahun 2002 tentang retribusi izin trayek dan Perwal (Peraturan Walikota) nomor 28 tahun 2012 tentang petunjuk pelaksanaan Perda nomor 12 tahun 2002.

“Dalam aturan ini sudah jelas. Bagi siapapun yang tidak mengurus izin trayeknya, kami (Dishub) akan langsung menonaktifkan angkutan tersebut. Dan angkutan tersebut tidak boleh beroperasi sebelum izin trayeknya diurus,” tambah Anggi.

Terkait target retribusi dari izin trayek ini, kata mantan pejabat Disperindag Cilegon mengaku, pada 2019 target PAD (Pendapatan Asli Daerah) dari penyelenggaraan ini sebesar Rp 53 juta.

“Targetnya sih Rp 54 juta. Tapi kami baru terealisasi hanya Rp 24 juta. Upaya kami untuk mencapai target PAD ini dengan cara melakukan jemput bola bersama para anggota bidang LLAJ dan kasi angkutan jalan drngan melakukan sosialisasi ke terminal maupun pasar di Cilegon,” ujar pria disapa Anggi ini.

Ia optimis, pada 2019 ini target PAD untuk retribusi izin trayek di Cilegon dapat tercapai sesuai dengan harapan bahkan melebihi dari target. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here