Walikota dan Wakil Walikota Cilegon, Helldy Agustian-Sanuji Pentamarta. (Foto Dokumentasi Selatsunda.com)

CILEGON, SSC – Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Kota Cilegon mengkritisi 6 bulan kinerja Walikota dan Wakil Walikota Cilegon, Helldy Agustian dan Sanuji Pentamarta memimpin Cilegon. Mahasiswa menyebut, Helldy-Sanuji lebih banyak pencitraan diri ketimbang merealisasikan janji politik selama kampanye.

“Kami mengingatkan janji kampanye harus jelas. Kinerja mereka (Helldy-Sanuji) jangan banyak pencitraan. Masih banyak janji kampanye yang belum terealisasi. Kalau pun ada, itu hanya honor RT/RW sebesar Rp 1 juta. Coba ke pelosok-pelosok yang belum dapat bantuan,” kata Ketua HMI Kota Cilegon Rikil Amri kepada Selatsunda.com, Rabu (25/8/2021).

Selain itu, Rikil juga menyatakan, keterbukaan informasi yang selama ini digaungkan Helldy-Sanuji hanya gembar gembor saja. Bukti konkrit itu dilihatnya dari masih ada informasi yang terkesan ditutupi terkait temuan BPK yang tidak diselesaikan dinas terkait.

Baca juga  Sejumlah Elit Politik Hadiri Pelantikan Partai Beringin Karya Cilegon

“Secara keterbukaan informasi, saya lihat belum terbuka. Masih banyak dinas-dinas belum komunikatif. Contoh, beberapa hari lalu, kita tahu jika ada kepala dinas yang tertangkap kasus suap izin perparkiran, adanya temuan BPK di Gedung Setda 6. Dengan kasus ini, semestinya dinas transparan atas temuan tersebut. Gimana mau keterbukaan informasi, jika dinasnya saja tidak terbuka,” ujar Rikil.

Beberapa kebijakan Helldy-Sanuji selama menjabat juga dinilainya masih belum matang bahkan cendrung membingungkan masyarakat. Seperti, disetopnya penggunaan mobil dinas untuk warga yang menikah. Padahal Walikota Helldy diawal menjabat membolehkannya.

Kemudian ada juga kasus parkir yang sempat viral langsung distop oleh walikota. Begitu juga soal walikota yang melaporkan perempuan ke Polres Cilegon terkait dugaan penghinaan.

Baca juga  Helldy-Sanuji Dengan Elit Parpol Cilegon Makan Siang Satu Meja, Bicara Konsolidasi Politik?

“Baru kali ini ada pemerintah kayak begini,” katanya.

Rikil mengaku, dia bersama dengan mahasiswa lainya akan tetap mengawasi, mengingatkan bahkan mengkritisi semua kebijakan dan kinerja pemerintahan Helldy-Sanuji.

“Kami tetap lakukan itu. Kami akan pantau dan awasi apa-apa saja yang dikerjakan oleh pemerintah sekarang ini,” tegas Rikil. (Ully/Red)