CILEGON, SSC – Dalam dua bulan terakhir sedikitnya terdapat 84 kendaraan truk yang ditindak Satlantas Polres Cilegon karena pelanggaran Over Dimensi dan Over Load (ODOL). Dalam sanski penindakan pelanggaran (tilang) yang dikenakan, sopir truk banyak melanggar ODOL karena alasan untuk menekan ongkos jalan.
Kepala Satuan (Kasat) Lantas Polres Cilegon AKP Ali Rahman mengatakan, selama bulan Desember 2019 tercatat 33 truk melanggar karena ODOL. Sementara hingga Jnuari 2020 ini, truk ODOL yang melanggar tercatat sebanyak 51 kendaraan. Ia menyebut, alasan sopir melanggar karena bermotif ekonomi. Sopir yang dipekerjakan perusahaan pengangkut (transporter) biasa mengangkut barang ODOL karena desakan permintaan pemilik barang.
“Itu karena motif ekonomi. Jadi mereka (sopir) mengangkut barang, entah (pemilik barang dan perusahaan pengangkut) ada kontrak atau MOU, pemilik barang minta ngangkut sesuai yang diminta. Dan transporter tidak bisa berbuat banyak. Mereka biasanya mensiasati ke sopir, ongkos jalannya diminimalisir,” ujar Ali ditemui di kantornya, Kamis (23/1/2020).
Selain mengurangi ongkos jalan, kata Ali, sopir mengaku melakukan pelanggaran ODOL demi mengejar pengiriman cepat. Pengiriman barang tidak dua kali namun cukup satu kali pengangkutan dengan maksud menekan biaya produksi.
“Alasannya mengejar ritase, BBM-nya, cepat sampai tujuan. Kalau bicara standar, bahasa mereka (sopir), tidak menutup biaya/ongkos jalannya,” tuturnya.
Sejauh ini, kata Kasatlantas, penegakan aturan truk ODOL tetap terus dilakukan pihaknya di wilayah hukum Cilegon sebagaimana menegakkan Undang-undang 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Kepada yang melanggar akan tetap ditindak sesuai aturan yang berlaku.
“Kalau kemarin itu di Bojonegara, kebanyakan yang over domensi. Rata-rata yang melanggar over dimensi dan over load. Penindakan kita lakukan dengan kasat mata. Kalau overloading, itu dibuktikan dengan timbangan. Memang kita belum punya portable, tapi kita melihat kesesuaian surat-surat mereka juga. Yang melanggar, bisa SIM atau STNK kita tahan,” paparnya. (Ronald/Red)

