20.1 C
New York
Sabtu, Juni 6, 2026
BerandaPeristiwaArea Gliserin Dover Chemical yang Timbulkan Pencemaran Udara Tak Miliki Amdal?

Area Gliserin Dover Chemical yang Timbulkan Pencemaran Udara Tak Miliki Amdal?

-

CILEGON , SSC –  Area Gliserin PT Dover Chemical menjadi area yang memicu bau menyengat hingga menganggu kesehatan warga di Lingkungan Sumur Wuluh, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, pada Selasa (16/4/2019) lalu. Ada tidaknya izin analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) di lokasi area pembuatan bahan baku kosmetik dan makanan itu masih diragukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon. Karena pihak Dover dalam rapat tertutup DLH dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI di Kantor DLH Cilegon, Kamis (18/4/2019), tak dapat menunjukan perizinan area tersebut.

“Jadi Glycerin Plant PT Dover Chemical ini ada kegiatan PT Api Kayu. Nah, PT Api Kayu ini belum ada dokumen AMDAL-nya. Namun izin AMDAL ini adanya di Pemprov Banten. Apakah kita sudah melihat izinnya? belum. Soalnya pihak perusahaan juga tidak membawa saat rapat,” ungkap Kepala DLH Cilegon, Ujang Iing ditemui usai rapat.

Kasus ini mendapat perhatian publik. Sedikitnya ada 5 warga yang menjadi korban. Warga yang menghirup bau menyengat dari pabrik kimia itu langsung dilarikan ke Rumah Sakit. Kasus inipun langsung ditangani Kemen LH dan Kehutanan.

“Kasus ini sekarang ditangani Kementerian Lingkungan Hidup. Alhamdulilah tadi teman-teman Gakkum (Penegakan Hukum) Kementerian Lingkungan Hidup juga hadir dalam rapat. Selanjutnya investigasinya ditangani mereka,” sambung Iing.

Dari investigasi, kata Iing, bau menyengat itu terdeteksi oleh alat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang terpasang di Kelurahan Gerem. Diketahui, angka kualitas udara saat kejadian tergolong berbahaya.

” Jadi alat ISPU kita yang di Kelurahan Gerem mendeteksi ada VOC (Volatile Organic Compounds). Pada saat kejadian nilainya 446 ppm (partikel per million) kemudian terus turun hingga diangka 8 ppm,” terangnya.

Sementara, Manager Humas Resource and General Affair PT Dover Chemical, Dade Suparna mengaku, uji coba peralatan di Area Gliserin Dover saat itu tengah dilaksanakan Grup Dover yakni PT Api Kayu.

“PT Api Kayu ini adalah keluarga dari PT Dover Chemical. Sehingga memang operasional PT Api Kayu itu tanggungjawabnya PT Dover Chemical,” terangnya.

Dade menyatakan, bau yang timbul akibat ada alat yang terbuka saat melakukan percobaan sehingga uap glycerin menyembur. Ia menepis bau yang timbul karena ada kebocoran atau terglolong berbahaya. Ia menduga, penyebab kejadian karena human error.

“Kejadiannya sekitar 30 detik gitu. Jadi ada alat yang terbuka, sehingga uap glycerin itu keluar. glycerin  itu sendiri adalah bahan baku kosmetik dan makanan lain. Jadi memang karena sudah cukup lama ada bau tengik. Kalau secara grade-nya sih tidak berbahaya, tapi kalau sudah lama begitu kan perlu dianalisa,” paparnya.

“Bukan bocor ya, tapi ada yang terbuka. Kebetulan (saat kejadian-red) angin juga mengarah kesana (Sumur Wuluh-red). Sebenarnya secara operasional harusnya sih tidak seperti itu, ini adalah human error. Jadi secara teknis sebenarnya tidak ada masalah, dan harusnya disitu ada alat lagi yang bisa nyerap itu,” sambung Dade menjelaskan.

Pihaknya menyerahkan sepenuhnya ivestigasi dilakukan Kemen LH. Ia berharap, kejadian tersebut menjadi kejadian yang terakhir.

“Investigasi ya gak papa, biar clear juga. Kita juga biar melakukan perbaikan-perbaikan biar tidak terjadi lagi di kemudian hari,” harapnya (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -DEWAN 2