CILEGON, SSC – Untuk mendukung program pemerintah pusat menekan angka pengangguran, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten gencar melakukan pelatihan pengembangan usaha kepada masyarakat di desa tertinggal yang ada di Provinsi Banten. Salah satu upayanya, memberikan pelatihan kepada 20 Pemuda Desa Kadu Ela, Kabupaten Pandeglang mengolah limbah kayu industri menjadi berbagai macam furniture dan benda kerajinan lainnya.
Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Banten, Rudi mengatakan, pelatihan ini diberikan sebagai upaya mentrasfer pengetahuan kepada kaum muda bagaimana memanfaatkan limbah tidak berharga menjadi bermanfaat. Limbah, kata dia, tidak selalu menjadi barang yang tidak berharga. Oleh karena itu lewat pelatihan dengan menghadirkan perusahaan industri kreatif Garasi Kapal yang bergerak di pengolahan limbah kayu industri, para pemuda Desa Kadu Ela bisa mendapatkan pencerahan mengembangkan usaha didaerahnya.
“Banyak sekali potensi yang bisa digali di daerah mereka tinggal, namun mereka memerlukan inspirasi untuk menggalinya. Semoga dengan pelatihan ini bisa membuka pengetahuan para pemuda tersebut,” katanya, Jumat (21/6/2019).
Pelatihan yang diselenggarkan di Hotel Cilegon City, Kota Cilegon selama dua hari dari Rabu (19/6/2019) hingga Kamis (20/6/2019) diharapkan dapat menjadi bekal para pemuda untuk mengembangkan usaha. Secara tidak langsung pemuda turut berpartisipasi menekan angka pengangguran.
“Harapannya mereka bisa lahir sebagai wirausaha baru dengan menggali potensi di wilayahnya,” kata Rudi.
Sementara Instruktur sekaligus pemilik industri kreatif Garasi Kapal, H Adam mengatakan, para peserta begitu antusias mengikuti pelatihan yang diberikan. Bahkan diantaranya mengaku mampu mengerjakan berbagai ide kreatif setelah mengikuti langsung pelatihan tersebut.
“Selama ini mereka tidak pernah melihat dan merasakan mengolah limbah kayu. Selanjutnya dengan pengetahuan yang ada bisa diterapkan di wilayahnya dengan menggali potensi wilayahnya,” kata Adam yang industrinya ada di Kota Serang ini.
Ia turut mengapresiasi, pelatihan ini secara rutin dilaksanakan Disperindag Banten dimana secara tidak langsung telah memberikan pembinaan terhadap industri kreatif di Banten untuk tetap survive dan bisa bersaing secara nasional maupun internasional. Ia berharap dengan menggandeng industri kreatif, angka pengangguran di Banten dapat ditekan.
“Tentu saja bukan hanya melahirkan wirausaha baru, wirausaha yang ada agar dibina dan ditingkatkan lagi, dan dibantu pemasarannya agar insdutri tetap tumbuh sebagai penopang ekonomi di Banten,” pungkas Adam. (Ronald/Red)

