CILEGON, SSC – Wakil Ketua II DPRD Kota Cilegon, Masduki angkat bicara terkait calon sekretaris daerah (sekda) definitif. Masduki meminta agar Wali Kota Cilegon, Robinsar tak salah memilih sekda definitif.
Wali Kota dalam menetapkan sekda definitif, menurut Masduki, harus melihat rekam jejak. Kemudian sekda definitif juga harus mempunyai kemampuan memimpin terutama dalam mengurus seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
Ia pun mengingatkan kepada Wali Kota Robinsar agar jangan asal mendengar bisikan orang. Boleh mendengarkan masukan namun harus didukung dengan data kinerjanya.
Ia juga mengharapkan agar Wali Kota dalam menetapkan sekda definitif tidak didasarkan suka atau tidak suka (like or dislike). Wali Kora harus hati-hati karena sekda merupakan ketua tim anggaran pemerintah daerah (TAPD). Sosok sekda definitif harus punya jiwa kepemimpinan yang hebat.
“Hati-hati, karena sekda itu kepala TAPD, dia harus mampu jadi sosok leader yang hebat. Jangan sampai sekda tidak punya kemampuan untuk men-screening baik laporan dinas yang berpendapatan dan dinas yang tidak berpendapatan,” ungkap Masduki, Kamis (6/8/2026).
Menurutnya dengan situasi saat ini, penetapan sekda harus dengan pertimbangan matang. Kalau Wali Kota salah memilih, maka tata kelola pemerintahan dapat carut marut.
“Harus hati-hati, dengan situasi perekonomian seperti ini, salah menetapkan sekda, ini bisa carut marut dalam konteks tata kelola OPD, pemerintahan. Karena di OPD ini yang perlu kita amati, terkadang OPD tahu berpendapatan besar, tetapi tiba-tiba dia tidak sampaikan itu. Kalau sekda yang menyampaikan, bisa argumentasi lah,” ucap Masduki.
“Makanya saya berharap, Wali Kota jangan salah memilih,” sambungnya.
Diketahui ada lima nama pejabat eselon II yang masuk dalam radar Wali Kota Cilegon yang memenuhi syarat dalam sistem manajemen talenta menjadi calon sekda definitif. Kelima nama tersebut yakni, Pj Sekda Cilegon Aziz Setia Ade, Kepala Bapperida, Ahmad Jubaedi, Asda II, Dana Sujaksana, Kepala Inspektorat Cilegon, Heri Mardiana dan Kepala Dinas Dukcapil Cilegon, Hayati Nufus.
Menurut Masduki, kelima calon memiliki kelebihan dan kekurangan. Tetapi calon sekda definitif harus memiliki kemampuan yang lebih. Jangan sampai sekda definitif tidak bisa memimpin dan malah melemahkan pemerintahan.
“Nanti kan akan berhadapan dengan kami dalam proses penganggarannya, knowledge harus betul-betul, punya kemampuan yang lebih. Yang kedua hati-hati, harus betul-betul memahami persoalan administrasi pemerintahan. Karena kita itu di pemerintahan, salah di administrasi pemerintahan, fatal,” pungkasnya. (Ronald/Red)





