CILEGON, SSC – Serapan Belanja pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cilegon 2018 masih tergolong rendah. Ini terlihat dari anggaran Belanja Modal yang direncanakan hanya terealisasi 55,97 persen.
Hal ini terungkap dari rapat paripurna tanggapan walikota f pemandangan umum fraksi DPRD Kota Cilegon atas Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2018 dalam Sidang Paripurna DPRD Kota Cilegon,” Senin (1/7/2019).
Sebagaimana pada APBD 2018, belanja operasi dan transfer yang direncanakan Rp 1,97 triliun hanya terealisasi Rp 1,59 triliun atau mencapai 80,53 persen. Hal ini mengakibatkan serapan belanja operasi rendah. Dari rencana sebesar Rp1,42 triliun, realisasi belanja operasi hanya mencapai 89, 94 persen atau Rp 1,28 triliun.
Sementara pada pos belanja modal yang direncanakan Rp 544,29 miliar terealisasi 55,97 persen atau mencapai Rp 304,63 miliar.
Beberapa yang menyebabkan rendahnya pos belanja ini diantaranya adalah belanja tanah.
“Realisasi belanja tanah sebesar Rp 57 miliar atau hanya 22,84 persen,” kata Walikota Cilegon, Edi Ariadi di dalam sambutanya.
Edi menerangkan, salah satu penyebab serapan belanja itu rendah karena pembelian lahan Jalan Lingkar Utara (JLU) dan tahapan yang dijalankan tidak berjalan mulus sehingga menyumbang Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) 2018.
“Inventarisasi data pemilik tanah dan kompleksnya tahapan atau proses yang harus dilalui,” tutur dia.
Khusus JLU dijelaskan Edi, realisasi belanja pengadaan tanah baru mencapai Rp 32,98 miliar dari Rp 222 miliar yang dianggarkan. Pembebasan lahan 52.275 meter persegi baru mencapai 14,7 persen.
“Target total lahan yang harus dibebaskan 312.470 meter persegi,” terangnya.
Menyikapi hal ini, Ketua DPRD Kota Cilegon Fakih Usman Umar menyesalkan masih belum terserapnya anggaran belanja tersebut. Melihat kondisi ini, ia juga mempertanyakan kinerja seluruh OPD di Kota Cilegon.
“Saya sangat sesalkan kondisi ini. Mereka (OPD) sendiri yang terus meminta anggaran tapi setelah kita (DPRD) berikan tapi justru tidak diserap oleh mereka? Mereka itu maunya apa?,” ujar Fakih dengan nada kesal.
Atas kondisi ini, politisi Partai Golkar Cilegon, akan menindaklanjuti ini dengan menggelar rapat anggaran gabungan antara eksekutif dan legislatif.
“Pasti akan kita tindaklanjuti kondisi ini. Dalam waktu dekat ini, kami akam menggelar rapat anggaran gabungan,” pungkasnya. (Ully/Red)

