20.1 C
New York
Senin, April 20, 2026
BerandaPeristiwaRibuan Buruh Outsourching Demo KS, Tolak Kebijakan Merumahkan Karyawan

Ribuan Buruh Outsourching Demo KS, Tolak Kebijakan Merumahkan Karyawan

-

CILEGON, SSC – Ribuan buruh alih daya (outsourching) yang tergabung dari sejumlah serikat buruh di Kota Cilegon melakukan aksi unjukrasa di Kantor Walikota Cilegon, Selasa (2/7/2019). Dalam aksi unjuk rasa, buruh menolak kebijakan yang diambil PT Krakatau Steel (KS) merumahkan ribuan buruh outsourching.

Sebelum aksi di Pemkot, buruh melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Teknologi KS mulai pukul 09.00 WIB. Aksi buruh kemudian berlanjut di Pemkot Cilegon.

Salah satu perwakilan dari Federasi Serikat Pekerja Baja Cilegon, Benny Kuswanto mengatakan, kebijakan merumahkan buruh outsourching hanya sebuah istilah manis yang digulirkan KS. Ia menuding, kebijakan itu nantinya akan berujung dengan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Ia menyerukan, KS sama sekali tidak menilai perjuangan yang telah dilakukan buruh outsourching selama ini. Banyak buruh yang sudah bekerja puluhan tahun mengabdi di KS namun hal itu tidak dipertimbangkan.

“Bapak bapak disana hampir sudah 35 tahun mengabdi tenaganya di Krakatau Steel. Bukannya tanda jasa, bukannya penghargaan, bukannya reward yang diterima di dadanya tetapi hari ini ancaman PHK yang ada di depan bapak,” ujar Beni.

Benny menyatakan, KS tidak sama sekali mempetimbangkan itu. Dia menyerukan, kebijakan untuk mem-PHK buruh outsourching malah menyengsaraakan buruh.

“Bayangkan, bapak di PHK di bulan agustus. Anak masih sekolah, belum lagi beli bukunya, belum lagi beli bajunya. Apakah pesangon mencukupi untuk menghidupi selama setelah. Apalagi umur 30 tahun, umur 35 tahun, umur 45 tahun, siapa yang mau menerima bapak yang menjadi karyawan,” tutur dia kepada demonstran.

Ia menyatakan, ketidakhadiran Direktur Utama, Silmi Karim menemui Walikota Cilegon, Edi Ariadi dalam unjukrasa ini adalah bentuk pelecehan terhadap Pemerintah Kota Cilegon.

“Jangankan forum buruh yang memanggil mereka (Direksi KS), Pak Walikota, salah satu orangtua kita tidak diperdulikan direktur KS sama sekali. Secara tidak langsung, PT Krakatau Steel sudah menghina Kota Cilegon,” paparnya.

Sampai berita ini diturunkan, buruh masih melakukan aksi unjukrasa. Aksi mereka mendapat pengawalan dari petugas kepolisian. Kabar terakhir, Buruh saat di pemkot ditemui oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Cilegon, Buchori karena Walikota Edi tengah bertugas dinas ke Kota Semarang, Jawa Tengah. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini