CILEGON, SSC – Artis sinetron dan juga layar lebar, Lian Firman menyatakan kesiapannya untuk maju di Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) 2020 sebagai Walikota Cilegon. Keberaniannya mengambil langkah itu, lantaran, hingga sampai saat ini Kota Cilegon masih belum ada perubahan yang pasti.
lLian Firman yang ditemui awak media di Al Khariyah, Citangkil, Kota Cilegon menceritakan, siap untuk bertarung dalam kontestasi politik di Kota Cilegon. Tak hanya itu, dia rela meninggalkan dunia artis untuk dapat secara penuh menjalankan tahapan Pilkada.
“Insa Allah saya siap. Majunya saya di Pilkada Kota Cilegon. Sebetulnya ini bukan keputusan yang mudah dan gampang. Karena bagaimana juga kalau gw mempersepsikan menjadi seorang pejabat ini adalah pelayan masyarakat. Tidak tidak memposisikan dia itu lebih dari masyarakat,” kata Rian,” Senin (7/10/2019).
Meski saat ini belum pernah berkecimpung di dunia politik, sambung Lian, sudah banyak parpol (partai politik) yang menawarkan untuk bergabung. Bahkan, kata dia, sejumlah tokoh masyarakat juga banyak mendorongnya untuk maju.
“Dulu sih tawaran sudah banyak banget nawarin ke saya. Cuman waktu itu memang masih belum tertarik di dunia politik. Tapi, ketika Pak Haji Mumu (Ketum PB Al Khariyah) mengajak saya dan nawa itu (niat) buat saya bagus, sebagai putra daerah, kita support kak haji (Ketum PB Al Khariyah,red). Apapun yang terbaik untuk Cilegon kenapa tidak kita berikan,” sambungnya.
Diungkapkan Lian, dengan maju dalam Pilkada dapat menjadi motivasi untuk anak-anak muda di Kota Cilegon. Ia berharap, tekadnya dapat didukung penuh oleh seluruh masyarakat Cilegon untuk perubahan yang lebih baik.
“Saya lihat banyak teman-teman saya yang kebingungan dalam segala hal. Di zaman dulu memang susah tapi zaman sekarang juga jauh lebih susah. Yang jelas, saya ingin membuat Kota Cilegon lebih baik lagi terlebih lagi pada urusan korupsi dll,” ujar Lian.
Sementara itu, Ketua Umum PB Al-Khairiyah Ali Mujahidin menjelaskan, jika keluarga besar PB Al Khariyah siap mendukung penuh kader potensial di penyelenggaran Pilkada 2020 ini.
“Di Al Khariyah kan punya kader-kader yang potensial kenapa tidak didukung. Apalagi, sekarang generasinya sudah berbeda. Maka dari itu, generasi muda di Cilegon ini harus didukung untuk mampu membangun daerah. Kalau dipegang sama yang muda tentunya ada perubahan yang signifikan,” ucap Mumu.
Menurut Mumu, dibalik majunya Lian Firman di Pilkada ini bukan hanya didukung dari pihak keluarga besar PB Al Khariyah namun juga mendapat dukungan dari kerabat keluarga.
“Kalau kita punya kader yang potensial mau maju kenapa tidak kita dukung. Kenapa harus dukung yang lain. Untuk komunikasi sendiri, sih sudah NasDem, besok PAN. Mungkin parpol lain akan ada komunikasi. Saya sendiri sih sudah setiap hari komunikasi dengan orang-orang, toh mereka teman saya semua,” ujarnya.
Disinggung akan maju mendampingi Lian Firman di Pilkada Cilegon, Ketum Al Khariyah itu tampak tak ingin terlalu dini menyimpulkannya. Politik, kata dia, maskb berjalan dinamis dan semuanya serba memungkinkan terjadi. Prinsipnya, kata dia, baik dirinya dan Rian memiliki tujuan yang sama yakni membangun Cilegon lebih terarah.
“Mungkin saya nomor satu atau Kang Firman C2 kita kan gak tau. Yang penting Cilegon harus berubah dan baik. Selama ini kan Cilegon masih belum ada perubahan. Satu contohnya aja bisa dilihat dari sistem biroksrasi, pelayanan publik bahkan Pembangunannya belum terarah. Melihat Cilegon itu sederhana, lihat aja seperti rumah. Ada ruang tamunya, ada dapur, ada ruang keluarga dan ada tamannya. Apakah sekarang Cilegon sudah seperti itu? Satu contoh di Ciwandan, masih banyak rumah warga bercampur dengan industri, belum lagi persoalan korupsi di Cilegon. Dan itulah yang musti di rubah untuk Kota Cilegon,” tungkas Mumu. (Ully/Red)

