Ketua INSA Banten, Agus Sutanto diwaawancara, Senin (7/10/2019). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Rencana revisi Undang-undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran mendapat penolakan dari kalangan pengusaha pelayaran tak terkecuali pemilik pelayaran yang tergabung dalam Indonesian National Shipowners Association (INSA) di Provinsi Banten.

Ketua DPC INSA Banten, Agus Sutanto menyatakan penolakannya atas rencana revisi tersebut. Revisi tentang penghapusan kewajiban penggunaan kapal bendera Indonesia, kata dia, akan mematikan kedaulatan RI. Menurutnya, jika hal itu dilakukan maka kapal asing akan bebas leluasa keluar masuk wilayah Indonesia.

“Penolakannya jelas. Ini kan akan mematikan kedaulatan Repubilk Indoensia. Kemudian yang kedua, kedaulatan kita terancam, otomatis asing masuk secara bebas ngangkut barang-barang yang memang tadinya jatah di Republik ini, apa jadinya kalau itu jadi nantinya,” ujar Agus di konfirmasi di Kantor Sekretariat INSA Banten, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Senin (7/10/2019).

Menurutnya, penerapan UU Pelayaran tentang azas cabotage selama ini sudah sepenuhnya melindungi kapal berbendera Indonesia untuk berusaha. Kapal Indonesia diberi kebebasan untuk mengangkut cargo antar pulau.

“Nah kalau sekarang mau dirubah dan mau diganti kapal asing, terus mau di kemanakan kapal Indonesia,” terangnya.

Dia menilai sangat aneh dengan rencana itu karena revisi UU Pelayaran belum dibutuhkan. Rencana itu, kata dia lebih berbau politis.

“Harusnya kan yang mengajukan revisi dari pihak kita. Kok ini dari pihak lain. Berartikan ini ada faktor politis,” tegasnya.

Mengenai keterkaitannya dengan pelayaran di Banten, lanjutnya, keberadaan kapal-kapal berbendera Indonesia sangat dibutuhkan. Pengangkutan barang antar pulau seperti di PLTU Suralaya, PLTU Jawa 7 dan pabrik-pabrik kimia lainnya tetap diperlukan.

Oleh karena itu, jika aturan itu diubah maka bisnis pelayaran akan terpengaruh. Terlebih khususnya yang paling dikhawatikan akan terdampak langsung kepada kru kapal dan para pelaut.

“Sudah jelas itu nanti. Apa jadinya, kru-kru Indonesia mau dikemanain tuh. Efeknya bukan hanya ke bisnis kapal kita. Kru kita punya ribuan pelaut, itu mau dikemanain,” tuturnya.

“Bahkan terakhir, isunya dari teman-teman pelaut siap demo kalau ini sampai terjadi. Karena menyangkut dapurnya teman-teman pelaut,” sambung dia. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here