CILEGON, SSC – Warga Lingkungan Samangraya dan Lingkungan Warnasari menggeluhkan adanya hujan debu hitam yang masuk ke rumah mereka. Kejadian yang terjadi pada Jumat (13/12/2019) sekitar pukul 01.00 WIB ini diduga berasal dari pembakaran batubara PT Krakatau Posco.
Warga Warung Juwet RT 04 RW 02 Lingkungan Samangraya, Agil mengatakan, jika ia terkejut dengan adanya hujan debu yang mencemari rumah warga. Kejadian ini membuat atap, lantai dan pekarangan rumah warga tertutup material debu.
“Kaget aja kok ada debu hitam pekat kaya begini. Enggak tau dari mana asalnya. Saya baru tahu ada kejadian ini pada subuh tadi,” kata Agil kepada Selatsunda.com.
Agil belum bisa memastikan debu itu berasal namun kuat dugaan debu dihasilkan dari aktivitas produksi PT Krakatau Posco. Ini karena, lokasi tidak jauh dari permukiman penduduk yang sangat dekat sekitar satu kilometer.
“Saya sih menduga dari dari Krakatau Posco. Soalnya tadi itu ada suara gemuruh dan langit dari arah posco juga hitam gelap. Mau saya video-in handphonenya lowbet,” ujarnya.
Ia memaparkan, sempat mendengar adanya suara adanya aktivitas pembakaran yang hampir terdengar pada malam hari. Namun, baru malam ini mendengar adanya aktivitas hujan abu batubara tersebut.

“Baru kali ini dengar gemuruh disertai hujan batubaranya. Pokoknya sangat meresahkan banget dengan adanya hujan abu ini. Takut ada warga yang terkena ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Angkut),” paparnya.
Senada dengan Agil, Ketua RW 02/01 Kelurahan Samangraya Kecamatan Citangkil, Saefulloh sangat terkejut dengan adanya hujan debu berwarna hitam yang diduga dari perusahan. Keberadaan debu ini dianggap sangat meresahkan masyarakat sekitar.
“Resah banget Mba. Apalagi warnanya yang hitam. Ada kali 2-3 mil menutupi jalan. Saya sih belum tahu darimana asal debu ini. Apa dari KS (Blustfurnish) atau dari Krakatau Posco. Infonya masih belum jelas,” ujarnya.
Ia meminta agar adanya tindaklanjut dari pemerintah maupun industri dengan kondisi hujan debu abu dari pembakaran batubara ini sehingga tidak membahayakan masyarakat.
“Cepat aja diurus. Karena akan membahayakan masyarakat sekitar,” ucapnya. (Ully/Red)

