20.1 C
New York
Rabu, Juni 17, 2026
BerandaPeristiwaKrakatau Posco Klarifikasi Debu Batubara yang Cemari Warga Samangraya dan Warnasari

Krakatau Posco Klarifikasi Debu Batubara yang Cemari Warga Samangraya dan Warnasari

-

CILEGON, SSC – Warga Lingkungan Samangraya dan Lingkungan Warnasari menggeluhkan adanya hujan debu hitam yang masuk ke rumah mereka. Kejadian yang terjadi pada Jumat (13/12/2019) sekitar pukul 01.00 WIB ini diduga berasal dari pembakaran batubara PT Krakatau Posco.

Perusahaan joint venture Posco Grup dan PT Krakatau Steel, Tbk yakni PT Krakatau Posco langsung mengklarifikasi pemberitaan tersebut. Dalam rilis yang diterima Selatsunda.com, debu yang dikeluhkan warga disebutkan bukan berasal dari PT KP.

Berrdasarkan evaluasi dan pemeriksaan terkait kegiatan inti dari proses produksi dan
kegiatan penunjang di Pabrik Baja Terpadu PT Krakatau Posco selama satu minggu terakhir hingga hari ini, seluruh kegiatan dipastikan berada dalam kondisi yang baik, aman dan stabil. Pantauan terhadap kondisi kualitas udara melalui alat CEMS menunjukkan bahwa seluruh proses di PT Krakatau Posco sesuai dengan baku mutu.

“Menanggapi berita yang saat ini berkembang mengenai debu batu bara yang timbul di masyarakat, dapat kami konfirmasi bahwa hal tersebut tidak terkait dengan proses produksi di PT Krakatau Posco. Kami juga telah melakukan koordinasi internal di seluruh lini produksi, semua berjalan aman dan stabil. Sehingga, dapat kami pastikan debu batu bara tersebut tidak berasal dari PT Krakatau Posco,” ujar Direktur Technology Business Development PT KP, Cahyo Antarikso, Jumat (13/12/2019).

KP juga menyatakan, proses produksi di pabrik tidak memiliki potensi untuk menghasilkan debu atau abu batu bara yang dapat terpapar ke lingkungan sekitar. Pengamatan terhadap fisik material juga telah dilakukan dan dapat dipastikan tidak ada kecocokan dengan residu yang mungkin berasal dari perusahaan.

“Kami telah menggerakkan tim untuk melakukan pemeriksaan mengenai isu debu
batu bara tersebut, namun, perlu diketahui bahwa dalam proses produksi di pabrik
kami tidak terdapat potensi untuk terjadinya penyebaran debu batu bara ke lingkungan, terlebih hingga ke masyarakat,” ungkap Direktur HR and GA PT KP, Yusuf Marhaban.

Sementara, industri lain yakni pihak dari PT Krakatau Steel belum dapat dikonfirmasi. Plt General Manager Security and General Affair PT KS, Edjie Djauhari masih belum dapat dihubungi terkait pencemaran debu batubara di pemukiman warga yang lokasinya tak jauh dari pabrik BUMN itu. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini