20.1 C
New York
Minggu, Juni 7, 2026
BerandaPeristiwaKS Akui Debu Batubara Cemari Warga Samangraya dan Warnasari dari Blast Furnace

KS Akui Debu Batubara Cemari Warga Samangraya dan Warnasari dari Blast Furnace

-

CILEGON, SSC – Penyebab hujan debu batubara yang dialami masyarakat Kelurahan Samangraya dan Kelurahan Warnasari Kecamatan Citangkil akhirnya terungkap. Kejadian yang terjadi dini hari ini rupanya disebabkan oleh aktivitas pabrik Blast Furnance PT Krakatau Steel.

“Dari managemen KS sudah membenarkan hujan debu iti dari proyek Blast Furnance-nya mereka,” kata Lurah Samangraya Kecamatan Citangkil, Ahmad Dimyati kepada Selatsunda.com di Kantor Kelurahan Samangraya, Jumat (13/12/20219).

Lurah mempertanyakan aktivitas pabrik BF KS yang dinilai tidak memperhatikan lingkungan sehingga terjadi hujan debu tersebut. Karena masyarakat yang tinggal di Samangya dan sekitarnya terdampak hebat debu yang terpapar.

“Kok sampai begini? Kan yang merasakan bukan 1-2 orang saja. Hampir 10 ribu warga yang tinggal di sini (Samangraya,red) merasakan keluhan debu ini. Apalagi KS tidak pernah buat selembaran jika ada terjadi masalah apapun. Sama aja masyarakat saya yang disusahkan akibat proyek Blast Furnace,” ujarnya.

Kendati demikian, sambung Ahmad, KS bersedia untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secepatnya membersihkan bekas debu hasil pembakaran batubara tersebut.

“Katanya mau dicariin alat apa itu, buat bersihkan debunya di jalanan. Kalau dirumah-rumah kan paling disalu sama warga,” sambungnya.

Lebih lanjut, Ahmad mengungkapkan, paparan debu batubara tersebut berbahaya bagi kesehatan lantaran sudah ada warga yang terdampak menderita sakit pernafasan.

“Jelas ini berbahaya, makanya tadi PT KS mau ngebagiin masker, ya kita juga menghimbau warga untuk menggunakan masker kalau mau berpergian keluar rumah,” pungkasnya.

Sementara, dikonfirmasi terpisah, Plt General Manager Security and General Affair PT KS, Edjie Djauhari tak mengelak debu yang mencemari warga berasal dari BF KS. Debu itu diduga dilepas karena terjadi penurunan tekanan saat pabrik beroperasi.

“Itu mekanisme saat over uap, proses pembakaran batu bara. Itu disteam, debunya keluar. Jadi kalau tidak salah itu penurunan tekanan. Sebenarnya tim teknis yang lebih tahu tapi sederhananya seperti itu,” ungkapnya.

Edji mengklaim debu batubara bukan tergolong bahan beracun dan berbahaya. Meski demikian, kata dia, warga juga dipersilakan untuk menguji jika ingin membuktikan debu yang terpapar tergolong berbahaya atau tidak.

“Kami tes di laboraturium kami tidak berbahaya. Karena menurut kami dibanding abu vulkanik pun, punya kami lebih terukur. Itu klaim kami, tidak berbahaya. Tapi kan warga bisa melakukan tes sendiri,” paparnya.

Pasca kejadian, kata dia, operasi pabrik BF KS langsung dihentikan sementara. KS juga langsung berkoordinasi dengan tenaga medis
untuk siaga bilamana ada warga  Samangraya dan Warnasari yang mengeluhkan penyakit akibat dampak paparan debu batubara itu.

“Sekarang dihentikan dahulu. Sekarang sudah tidak ada debu. Saat ini kita sedang menginvestigas di internal. Kami juga sudah siapkan tim medis, roadshow ke warga. Kita juga stand by disini, nanti kita tangani,” tuturnya. (Ully/Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -DEWAN 2