CILEGON, SSC – Pembangunan Jalan Lingkar Utara yang dilakukan Pemerintah Kota Cilegon terus berlanjut. Pada tahun 2020 ini, Pemkot menganggarkan sebanyak Rp 83 Miliar untuk meneruskan pembangunan mega proyek yang ada di Kota Cilegon itu.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cilegon, M Ridwan mengatakan, ada beberapa tahapan lanjutan pembangunan JLU yang dilakukan pada 2020. Selain penyelesaian apraisal sekitar 200 peta bidang lahan warga yang akan diselesaikan pada tahun ini, DPUTR juga akan meneruskan pembangunan badan jalan.
Penyelesaian lahan, kata Ridwan, akan menggunakan anggaran sebesar Rp 67 Miliar. Sementara untuk Pembangunan Badan Jalan dianggarkan sebesar Rp 16 miliar disokong juga oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) Pusat.
“Untuk lanjutan di 2020 lanjutan dari 2019, pematangan lahan, pembebasan lahan dan lanjutan pembentukan badan jalan. Kurang lebih 200 peta bidang lahan diapraisal. Kemudian dilanjutkan pematangan lahan panjangnya kurang lebih 1,5 kilometer,” ujarnya.
Ia menerangkan, dari 200 peta bidang yang akan di aparaisal dan dibayar tahun ini masih ada lahan warga pada tahun lalu yang belum diselesaikan. Data DPUTR dari 320 peta bidang, 87 bidang lahan diantaranya diappraisal ulang. Dari jumlah itu, 53 bidang lahan sudah dibayar dan sisanya yang belum dibayar akan direalisasi di 2020.
Sementara mengenai pembangunan badan atau fisik jalan sekitar 1,6 kilometer sudah dilakukan di 3 wilayah Kelurahan. Panjang badan jalan di daerah Purwakarta dibangun sekitar kurang lebih 500 meter dengan anggaran Rp 7 miliar. Untuk didaerah Grogol sekitar 600 meter dengan anggaran Rp 8 miliar. Sementara di Gerem, badan jalan dibangun sekitar 400 meter lebih dengan nilai Rp 11 miliar.
“Untuk pembebasan lahan lanjutan, dari 528 peta bidang, sisanya kan ada 320 peta bidang. Itu kita lakukan apraisal ulang, sekitar ada 87 bidang. 87 bidang itu kemarin sudah kita lakukan pembayaran sekitar 52 bidang, sisanya kurang lebih 30 bidang lagi kita menindaklanjuti di 2020,” tuturnya.
Mengenai rencana lelang pembangunan JLU di 2020, Ridwan mengakui, baik pengadaan dan pembentukan badan jalan masih belum dilakukan. Karena saat ini masih dalam tahap pemenuhan dokumen lelang. Pihaknya berharap, lelang pembangunan lanjutan JLU sudah bisa mulai diajukan di Februari mendatang.
“Memang belum dilelang. Karena sedang kita siapkan HPS, RAB-nya. Masih disiapkan untuk dokumen lelangnya. Mudah-mudahan untuk awal di triwulan pertama ini, sudah bisa masuk (lelang) konsultan pengawas kemudian baru lelang fisiknya,” paparnya.
Sementara, Kepala BPKAD Kota Cilegon, Manman Mauludin membenarkan pembangunan lanjutan JLU akan menggunakan anggaran sekitar Rp 83 miliar.
Ia menyatakan, anggaran tersebut disiapkan untuk membayar lahan yang telah selesai diaprraisal serta disiapkan untuk pembangunan badan jalan.
“Itu mencakup (peta bidang 2019) yang belum dibayar. Jadi kalau appraisal lahannya yang 2020 sudah selesai, otomatis akan kita bayar,” pungkasnya. (Ronald/Red)

