20.1 C
New York
Sabtu, Juni 6, 2026
BerandaPeristiwaMumu Maju Pilkada Cilegon, Usung Tagline 'Dinasti dan Korupsi Harus Terhenti'

Mumu Maju Pilkada Cilegon, Usung Tagline ‘Dinasti dan Korupsi Harus Terhenti’

-

CILEGON, SSC – Ketua Umum PB Al-Khairiyah, Ali Mujahidin maju mencalonkan diri sebagai calon Walikota Cilegon jalur independen. Belakangan, pria kerap disapa Mumu ini jadi perbincangan banyak pihak dengan slogan politiknya di baliho. Bakal calon (balon) Walikota Cilegon membuat tagline “Dinasti Korupsi Harus Terhenti”.

Mumu terkait slogan politik yang diusungnya  menjelaskan, Kota Cilegon butuh banyak perubahan. Selama 20 tahun, Cilegon dipimpin oleh dinasti yang sama. Oleh karena itu, dinasti korupsi tersebut di Cilegon harus benar-benar terhenti.

“Sudah 20 tahun berdiri masa begitu-begitu aja? Cilegon dipimpin oleh keluarga dinasti. Contohnya aja, Cilegon punya dua kepala daerah, dua-duanya berurusan dengan hukum. Ditangkap KPK, ini kan fakta,” kata Mumu ditemui Kampus Al-Khairiyah Citangkil, Kemarin.

Ia menerangkan, korupsi sudah menjadi persoalan serius bagi daerah untuk berkembang. Korupsi dipandang sudah sangat berdampak luas ke berbagai hal sehingga APBD yang besar tidak dapat dirasakan penuh oleh masyarakat. Untuk itulah Kota Cilegon baginya butuh sosok kepemimpinan yang bersih dan dapat menjadi tauladan.

“Persoalan di kepemimpinan, kalau potensi daerah tidak diragukan lagi. Akar pangkal masalah dari korupsi,” ucapnya.

Ia mengaku berkomitmen maju dalam Pilkada Cilegon 2020 dari jalur independen bersama pendampingnya, Firman Mutakin. Komitmen itu sudah dilakukannya dengan mengantongi bukti dukungan 102.000 dukungan dengan bukti fotokopi Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-El).

“Tapi yang akan kami serahkan ke KPU (Komisi Pemilihan Umum) hanya sekitar 56 ribu,” ungkapnya.

Menanggapi hal ini, Sekjen DPD II Partai Golkar Cilegon, Sutrisna Abbas mengatakan,
untuk memberantas korupsi di Cilegon bukan urusan Ketua Umum PB Al-Khariyah. Tugas tersebut, sudah menjadi tanggung jawab pihak KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi).

“Calon kepala daerah kan rata-rata kader partai yang bisa menjual programnya, bukan yang menjelek-jelekan calon lain,” ucapnya. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -DEWAN 2