CILEGON, SSC – Pemerintah Kota Cilegon telah menerima bantuan 550 alat Rapid Test Covid-19. Peruntukannya akan difokuskan bagi Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang berisiko tinggi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon, Arriadna mengatakan, bantuan alat rapid test diterima dua tahap dari Pemerintah Provinsi Banten. Tahap pertama sebanyak 150 alat dan 400 alat untuk ditahap kedua.
Sesuai arahan Dinkes Provinsi Banten, kata dia, alat rapid test diperuntukan kepada Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terkait Virus Corona.
Ia menyatakan, rapid tes akan dilaksanakan di masing-masing kecamatan. Dimana akan mengutamakan ODP yang berisiko tinggi.
Untuk diketahui, data Dinkes Cilegon, jumlah PDP dalam perkembangan terakhir hari ini sebanyak 1 orang. Pasien dirawat di RSU Banten. Sedangkan ODP yang dalam isolasi mandiri di wilayah Cilegon sebanyak 69 orang.
“Pelaksanaan test nanti dilaksanakan sesuai wilayah kecamatan di Puskesmas. Kita mengutamakan ODP resiko tinggi,” ungkapnya dikonfirmasi, Minggu (29/3/2020).
Selain ODP dan PDP, rapid test juga diperuntukan untuk tenaga medis. Alat diberikan kepada para medis yang melakukan kontak langsung dengan ODP dan PDP.
“Untuk tenaga kesehatan, yang sudah kami distribusikan bahan rapid test-nya, ke RSUD dan RSKM. Besok RS Kurnia menyusul termasuk puskesmas dan klinik yang sudah melayani,” terangnya.
Terkait kapan dan ODP mana yang lebih dahulu dilakukan tes masih dikalkulasi. Dari masukan para pakar kesehatan, tes akan lebih dahulu dilakukan dengan memeriksa antibodi tubuh seseorang yang terpapar Covid-19. Dimana pemeriksaannya akan menganalisa masa inkubasi dari 7 sampai 10 hari.
“Oleh sebab itu, test akan dilakukan dengan melihat kapan seseorang mulai tercatat dalam data kami,” terangnya. (Ronald/Red).

