Foto Ilustrasi (Ayobandung.com)

CILEGON, SSC – SMA 1 Cilegon diduga melakukan pungli (pungutan liar) kepada ratusan siswa kelas XII. Dugaan pungli ini meminta siswa untuk biaya perpisahan dan uang bimbel yang sudah mulai terjadi sejak November 2019 lalu. Para siswa diminta pihak sekolah untuk melunasi pembayaran tersebut pada Febuari 2020. Hal ini pun dikeluhkan oleh wali murid.

Salah satu wali murid kelas XII yang enggan disebutkan namanya, mengaku sangat kecewa dengan pungutan liar yang dilakukan oleh pihak sekolah. Di mana, para siswa diwajibkan harus membayar biaya perpisahan dan uang bimbel sebesar Rp 900 ribu per siswa. Ditengah wabah virus corona, kata sumber, semestinya uang dikembalikan karena kegiatan di sekolah dibatalkan.

“Karena kasus virus corona ini kan semua kegiatan di cancel. Tapi ketika kami (orang tua wali murid) meminta uang tersebut, tapi dari pihak sekolah tidak mengembalikan uang yang telah kami bayar. Di tambah lagi, anak kami yang tidak ikut bimbel wajib juga bayar uang pungutan sebesar Rp 350 ribu per siswa. Sedangkan untuk uang perpisahan dipungut biaya Rp 550 ribu per siswa,” katanya,” Minggu (29/3/2020).

Baca juga  Ini Besaran UMK 2022 Yang Ditetapkan oleh Gubernur Banten

Oleh karena itu, ia meminta kepada pemerintah untuk memberi teguran kepada pihak sekolah yang telah membebani orang tua dengan adanya pungutan tersebut.

“Saya minta Pak Walikota Cilegon (Edi Ariadi), Pak Gubernur Banten (Wahidin Halim) maupun Dindik Provinsi Banten dapat menindak tegas atas kejadian pungutan di SMA 1 Cilegon,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala SMA I Cilegon Al’Ihkwan mengaku, bila dirinya baru menjabat menjadi kepala sekolah sejak akhir Januari 2020 lalu. Sementara pungutan para siswa sudah terjadi sejak November 2019 lalu.

“Sebetulnya yang memutuskan adanya pungutan untuk perpisahan kelas XII dari pihak komite sekolah. Dari awal pun komite sekolah yang rapat. Saya baru menjabat jadi kepala sekolah sekitar akhir Januari 2020. Sebelum saya, ada Plt Kepala Sekolah SMA 1 (Asep Mansur),” jelasnya.

Baca juga  Mobilitas Kerja Tinggi, Anggota Dewan di Cilegon Berpotensi Terserang Penyakit Jantung dan Kolesterol

Dari informasi yang diterima pihaknya ditengah pandemik virus corona yang belum reda, sambungnya, perpisahan sekolah masih terus berlanjut. Perpisahan ini sekaligus akan dilakukan halal bihalal.

“Semua ini atas keputusan komite. Apalagi bendahara sekolah juga di pegang komite. Kami hanya mengikuti aja. Apabila uang pungutan dikembalikan, kami pun hanya mengikuti aja,” ucapnya.

Ditanya tentang jumlah siswa di SMA I kelas XII, ia mengungkapkan, saat ini jumlah total siswa ada sebanyak 300 siswa. Siswa ini dibagi atas 3 jurusan yiatu jurusan IPA, IPS dan Bahasa Indonesia.

“Total untuk perkelas ada 34 siswa. Untuk jurusan IPA ada 10 kelas, IPS ada 6 kelas dan Bahasa Indonesia ada 1 kelas,” pungkasnya. (Ully/Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini