SERANG, SSC – Pandemi Covid-19 membuat beberapa aktifitas kontak fisik secara langsung yang melibatkan kerumunan massa diilarang oleh pemerintah. Masyarakat pun diimbau agar mematuhi aturan physical distancing dan social distancing.
Imbauan ini berdampak pada tahapan persiapan pelaksanaan ibadah haji di Kota Serang. Calon jamaah haji yang biasa melakukan persiapan pemberangkatan haji termasuk proses bimbingan tata cara pelaksanaan ibadah haji dengan bertatap muka, kini kebijakannya diubah. Saat ini bimbingan kepada Calhaj dilakukan dalam jaringan (daring) atau secara online.
“Proses tahapan haji itu terus berjalan termasuk pembinaan-pembinaan bimbingan. Cuman beda karena jaman Corona begini maka bimbinganya itu dilakukan online,” ujar Kepala Seksi PHU Kemenag Kota Serang Deni Rusli kepada Selatsunda.com, Selasa (12/5/2020).
Selain lewat jarak jauh atau online, kata dia, Calhaj juga dibimbing dengan panduan aplikasi lainnya yang disediakan Kemenag. Panduan ini berupa CD ataupun buku yang berisi tata cara pelaksanaan ibadah haji.
“Pakai CD, pakai buku panduan kemudian media massa itukan karena lagi pandemi Covid-19,” terangnya.
Meski demikian, ia mengakui masih ada Calhaj yang kesulitan mengikuti bimbingan online dan panduan aplikasi yang diberikan pihaknya. Selain karena ketidakpahaman terhadap aplikasi, kata dia, ada juga masyarakat yang tinggal dipelosok sulit mengakses secara online karena jaringan internet yang kurang bagus.
“Kendalanya pertama SDM jamaah haji tentu belum semuanya paham tentang aplikasi. Kedua jaringan internetnya. Yang ketiga bisa jadi alatnya (handphone) yang kurang memadai,” ucapnya.
Untuk diketahui, jumlah calhaj asal Kota Serang tercatat sebanyak 789 orang. Rencananya, pelaksanaan pemberangkatan ibadah haji akan dilaksanakan pada 25 juni 2020. Calhaj kloter pertama pada jadwal tersebut rencananya dijadwalkan tiba di Asrama Haji. Calhaj diagendakan pada 26 Juni 2020 diberangkatkan kee tanah suci. (MG-01)

