20.1 C
New York
Sabtu, Juli 4, 2026
BerandaPeristiwaPersiapan New Normal, Dindik Cilegon Skemakan Pembelajaran Siswa Bergiliran

Persiapan New Normal, Dindik Cilegon Skemakan Pembelajaran Siswa Bergiliran

-

CILEGON, SSC – Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon mulai menyiapkan berbagai skema kebijakan pendidikan untuk menyesuaikan aturan pemerintah pusat memulai fase kenormalan baru (new normal) ditengah pandemi Covid-19 yang masih melanda.

Kepala Dindik Cilegon, Ismatullah mengatakan, berbagai skema menghadapi new normal sudah disiapkan mulai dari pola penerapan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), tenaga pendidik guru hingga penyediaan sarana yang disesuaikan dengan petunjuk aturan kesehatan Gugus Tugas Covid-19.

Untuk proses pembelajaran siswa dari aspirasi yang disampaikan masing-masing sekolah mulai tingkat Paud, SD dan SMP antara satu sekolah dengan yang lain memiliki pola yang berbeda-beda. Ada pola pembelajaran dengan bergantian dalam sehari dan ada juga siswa bergantian belajar di hari berikutnya.

Pola pembelajaran bergantian hari, kata dia, dilakukan dengan separuh siswa belajar di sekolah dan sisanya belajar di hari berikutnya atau belajar di rumah dengan sistem daring.

“Ada yang memilih 2 shift sehari. Ada juga yang memilih, karena keterbatasan sarana berarti sehari belajar di sekolah, ada juga yang daring dirumah hari berikutnya. Dikarenakan keterbatasan new normal ini kan tentunya satu sisi harus kita patuhi, sisi lain tentu juga harus disiasati,” ujarnya, Sabtu (30/5/2020).

Skema lain yang disesuaikan menyangkut penerapan protokol kesehatan guru dalam mengajar siswa. Dimana di dalam aturan new normal, setiap guru di sekolah tidak boleh bergantian mengajar. Aturan ini, kata dia, tidak dapat seutuhnya dijalankan.

Aturan hanya bisa dilaksanakan bagi guru yang mengajar di tingkat Paud dan SD. Sebaliknya aturan ini di tingkat SMP tidak dapat diterapkan karena masing-masing guru berbeda dalam mengajar mata pelajaran.

Oleh karena itu untuk mensiasatinya, guru SMP dalam mengajar harus menggunakan masker.

“Dalam protokol new normal itu, ada aturan guru tidak boleh bergantian. Kalau SD dan Paud, itu bisa diberlakukan. Tapi untuk SMP kan gurunya setiap mata pelajaran, berbeda. Jadi guru ini harus sesuai protokol. Misalnya pakai masker dalam mengajar,” ungkapnya.

Meski pola pembelajaran tersebut telah diskemakan namun pihaknya masih mempertimbangkan kaitan kemampuan guru dalam mengajar. Kondisi setiap guru haruslah fit dan sehat dalam mengajar. Jika guru memaksa kondisinya mengajar seharian maka akan berdampak tidak baik terhadap pembelajaran kepada siswa.

“Mereka kan harus sehat, berarti kan anak-anak belajar. Kalau kerja terforsir juga bahaya. Kalau dipaksa sampai sore, guru kan juga manusia biasa. Tenaga guru dengan tenaga estra inilah yang kita pikirkan,” paparnya.

Ismatullah menyinggung agar masing-masing sekolah di Cilegon nantinya ketika new normal diterapkan dapat benar-benar memperhatikan sarana dan prasarana protokol kesehatan. Baik sarana seperti Cuci Tangan Pakai Sabun, hand sanitizer, thermo gun, penyemprotan disinfektan dan lainnya haruslah sudah tersedia.

“Untuk rencana standar minimal, kita menggunakan termogram. Itu sudah saya instruksikan minimal tiap sekolah untuk membeli dengan dana BOS yang diperbolehkan,” harapnya. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -DEWAN 2