20.1 C
New York
Sabtu, Juli 4, 2026
BerandaPeristiwaLurah Tamansari Bantah Warga Batubolong Tak Terima Bantuan Sembako

Lurah Tamansari Bantah Warga Batubolong Tak Terima Bantuan Sembako

-

CILEGON, SSC – Lurah Tamansari, Edi Sugara membantah jika warga di Lingkungan Batubolong (Sukasari) tepatnya di RT 01 RW 01 tak mendapatkan bantuan sembako. Warga di lingkungan tersebut, klaim dia, memang tidak seluruhnya menerima bantuan Jaring Pengaman Sosial dari Pemkot Cilegon karena ada warga yang sudah terdata sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dari Pemerintah Pusat.

“Jadi kalau dibilang tidak dapat sembako, Itu tidak benar. Saya cross check warga disitu, sudah mendapatkan bantuan PKH reguler. Tiap bulan mendapat itu,” ujarnya, Minggu (31/5/2020).

Baca : Tiga Kali Serahkan KK dan KTP, Warga di Taman Sari Ngeluh Tak Dapat Sembako Covid-19

Ia menyatakan, pihaknya dari awal sebelum penyaluran telah mendata sekitar 50 Kepala Keluarga di lingkungan tersebut untuk diajukan ke Dinas Sosial untuk diberi bantuan dari Pemkot Cilegon. Namun dari validasi data Dinsos, tidak seluruhnya mendapat bantuan uang tunai dan sembako karena sebagian sudah tercatat sebagai penerima PKH.

“Waktu kemarin kita mengumpulkan KK dan KTP, dari tingkat RT RW mengajukan ke kelurahan kemudian kita pengusulan ke Dinas Sosial. Kita cross cek lagi, saya koordinasi, dengan Dinas Sosial. Kalau pun memang belum, nanti kita bantu mereka,” ungkapnya.

“Saya inginnya semua terakomodir. Cuman kita sifatnya hanya pengusulan saja. Semuanya ada di Dinas Sosial. Mereka yang memutuskan,” sambungnya.

Sementara, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Tamansari, Nurmega menyatakan, jumlah penerima JPS di Kelurahan Tamansari tercatat sebanyak 2.071 orang berdasarkan hasil Musrenbangsus. Penyaluran sembako, kata dia, sementara baru diterima 221 paket. Dari 50 KK di Lingkungan Sukasari (Batubolong), 10 orang diantaramya telah menerima JPS.

“Untuk RT 01 (Sukasari), diberikan 10 kantong paket sembako. Jadi masyarakat disana sudah banyak, ada dapat dari PCM, ada juga dari Indah kiat. Itu dikelola oleh RT,” terangnya.

Pada dasarnya, bantuan untuk warga terdampak pandemi Covid-19 bersumber dari tiga bantuan baik Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Pemerintah Pusat, paket sembako dari Pemprov Banten dan bantuan tunai dan paket sembako dari Pemkot Cilegon.

Warga di Kelurahan Tamansari, diklarifikasinya bahwa tidak seluruhnya tercatat sebagai penerima bantuan terdampak Covid-19. Karena ada warga yang sudah tercatat sebagai penerima program pusat yakni PKH reguler dan warga miskin penerima Jaminan Sosial Cilegon Mandiri (JSCM).

“Di Batubolong, melihat jumlah KK kurang lebih 50 KK. Kalaupun terealisasi kurang dari itu, itu sudah terpecah pecah. ada PKH reguler, ada PKH berdampak Covid-19 disana ada 5 orang. Yang 11 orang, itu terdata PHK reguler,” pungkasnya. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -DEWAN 2