20.1 C
New York
Sabtu, September 5, 2026
BerandaPemerintahanPegawai Positif Covid-19, Kantor Dinsos Serang Ditutup Sementara

Pegawai Positif Covid-19, Kantor Dinsos Serang Ditutup Sementara

-

SERANG, SSC – Kantor Dinas Sosial Kota Serang ditutup sementara. Penutupan tersebut menyusul salah satu koordinator PKH (Pendamping Keluarga Harapan) di Dinsos Serang dinyatakan positif Covid-19, setelah beberapa hari sebelumnya melakukan swab secara mandiri.

“Kejadian terbaru, ada salah satu temen kita di Dinsos, bukan pekerja organik Dinsos sebenarnya dinyatakan positif Covid-19,” ujar Kepala Dinsos Serang, Moch Poppy ditemui di Puspemkot Serang, Rabu (23/9/2020).

“Seizin pimpinan, Walikota Serang Syafrudin, Wakil Walikota Serang Subadri Usuludin, dan Sekda Tb Urib Henus, pelayanan kepada masyarakat sementara di tutup,” sambungnya.

Ia menyatakan, penutupan pelayanan tatap muka di Dinsos dimulai pada Hari ini (23/9/2020) sampai semua pegawai Dinsos melakukan swab masal dan hasilnya dinyatakan negatif.

“Semua di swab, wajib. Sementara ini (para pegawai) saya arahkan jangan kemana-mana,” sambungnya.

Pihaknya pun tidak ingin mengambil resiko jika pelayanan tatap muka tetap dilaksanakan. Karena masyarakat yang datang ke Dinsos sulit diidentifikasi satu per satu.

“Kita kan melayani saja, masyarakat tidak mau tahu menahu. Akhirnya terpapar. Kita juga tidak tahu, kita yang ditularkan atau menularkan,” tandasnya.

Diketahui, pasien positif Covid-19 asal Dinsos ini berinisial FS dan berjenis kelamin perempuan.

Sementara itu, Walikota Serang, Syafrudin juga membenarkan dirinya menutup sementara kantor pelayanan Dinsos.

“Iya, kita tutup karena ada pegawai yang positif,” ujar Syafrudin kepada awak media.

Adapun, upaya yang akan dilakukan pemkot agat klaster perkantoran tidak muncul adalah melakukan menyemprotan disenfektan pada setiap kantor OPD termasuk kantor Dinsos secara menyeluruh.

“Untuk sementara ini, dilakukan penyemprotan di setiap titik-titik yang terkana Covid-19,” tandasnya.

Tidak hanya itu, dirinya memerintahkan kepada OPD terkiat untuk melakukan tracking kepada pasien yang bersangkutan, agar penyebaran Covid-19 tidak semakin cepat.

“Makanya itu di tracking, dari tetangganya, keluarganya, siapa yang ia temui, itu semua harus di tracking,” pungkasnya. (SSC-03/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2