20.1 C
New York
Rabu, Juni 3, 2026
BerandaPemerintahanPemkot Serang Ditawari Teknologi China, Sulap Sampah TPAS Cilowong Produk Bernilai Jual

Pemkot Serang Ditawari Teknologi China, Sulap Sampah TPAS Cilowong Produk Bernilai Jual

-

SERANG, SSC – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang ditawarkan rencana kerjasama pengelolaan sampah di TPAS Cilowong dengan teknologi Xuefeng. Teknologi asal negara China ini diklaim memiliki keunggulan dapat mengolah sampah di TPAS Cilowong sampai habis selama kurun waktu 3 tahun dan produk akhirnya bernilai jual.

Hal ini terungkap saat Lembaga Ekonomi Umat (LEU) memaparkan presentasi teknologi tersebut di Pemkot Serang, Selasa (23/2/2021).

Ketua Lembaga Ekonomi Umat, Muhammad Hari Naldi mengatakan, teknologi ini memberi manfaat besar bagi Pemkot Serang mengelola sampah di TPAS Cilowong menjadi berdaya guna. Sampah-sampah yang ada seperti sampah organik, anorganik, ataupun logam yang diolah otomatis dapat menghasilkan produk bernilai jual. Seperti paving blok, kompos, dan sebagainya.

“Sampah yang ada dan bertumpuk tadi dalam waktu 3 tahun sudah bersih dan bisa jadi tempat rekreasi,” katanya usai presentasi.

Selain manfaat teknologi, kata dia, Pemkot Serang dalam penawaran kerjasama tersebut tidak perlu mengeluarkan biaya pembelian mesin. Pemkot hanya menyediakan lahan untuk menyimpan mesin dan mengeluarkan perizinan untuk teknologi Xuefeng berjalan.

“Pemerintah tidak beli mesin, kami menawarkan teknologi dan cukup menyediakan lahan dan perizinan,” jelasnya.

Ia juga menuturkan, pemkot dengan menggunakan teknologi ini dapat membuka lowongan pekerjaan bagi masyarakat. Sehingga tenaga kerja dapat terserap.

“Ribuan tenaga kerja diperlukan, ini bisa membuka lowongan pekerjaan untuk masyarakat Kota Serang. Kami juga panggil teknisi ahli 10 orang dari Cina untuk mentransfer ilmu,” tuturnya.

Di lokasi yang sama, Asisten Daerah I Kota Serang, Anton Gunawan, menilai teknologi ini dinilainya cukup bagus. Sebab dengan mengolah sampah di TPAS Cilowong, pemkot akan mendapat keuntungan. Terlebih mesin tidak perlu dibeli dan diperkirakan dapat menyelesaikan persoalan sampah.

“Hasil dari 1.000 ton sampah sehari dan dalam waktu satu tahun pengolahan, perhitungannya menghasilkan barang senilai Rp 1,2 Triliun nyaris sama dengan APBD kita,” ujarnya.

Ia menyatakan, meski teknologi baru sebatas penawaran namun pihaknya belum dapat memastikan kapan pemkot akan memutuskan untuk menggunakannya. Penawaran tersebut masih dikaji komprehensif dan perlu disampaikan kepada pimpinan daerah.

“Tadi mah baru minta lahan dan izin pengolahan saja, belum ada permohonan lain dari mereka (Lembaga),” tandasnya.

“Ini baru kenalan, nanti baru tindaklanjut ke pimpinan dan dinas terkait,” ucapnya. (SSC-03/Red)

 

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2