CILEGON, SSC – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon berencana akan membeli alat pencacah sampah dengan menggunakan teknologi Hydro Drive.
Tak tanggung-tanggung biaya untuk membeli alat pencacah ini akan menghabiskan APBD Kota Cilegon sebesar Rp 76 miliar. Per Kecamatan akan menerima alat pencacah sampah dengan harga Rp 9,5 miliar.
Kepala Bidang Persampahan dan Limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3) pada DLH Kota Cilegon, Mochammad Teddy Soeganda membenarkan jika salah satu perusahaan dari PT Bumi Resik dari Jakarta menawarkan alat pengolahan sampah Hydro Drive ke Pemkot Cilegon. Alat ini ditawarkan dengan harga Rp 9,5 miliar.
“Alat ini sebagai salah satu solusi alternatif yang mereka (PT Bumi Resik) bagaimana persoalan sampah di Cilegon bisa lebih optimal. Tapi, ini belum diputuskan baru saja tahap awal ekspose, ini jual putus atau ada kerjasama tadi belum sampai kesana dan ada tindak lanjutnya nanti, yang jelas ini alternatif untuk solusi penanganan sampah, banyak yang menawarkan teknologi salah satunya ini, ada juga yang di Cilowong, banyak juga lewat pembangkit litrik tenaga sampah. Namun, nanti itu keputusan ada di Pak Wakil (Sanuji),” kata Teddy,” kemarin.
Teddy menjelaskan, alat Hydro Drive mampu menampung sebanyak 50 ton per hari namun hanya bisa diakomodir untuk skala kecamatan dengan rata-rata sampah di kecamatan sekitar rata 45 ton atau 135 meter kubik per hari.
“Ini skala kecil cukup untuk kelurahan dan kecamatan. Memang kalau teknologi dan alat karena punya hak paten maka rata-rata harganya segitu (Rp9,5 miliar),” imbuhnya. (Ully/Red).

