CILEGON, SSC – Wakil Walikota Cilegon Sanuji Pentamarta dan Ketua DPRD Cilegon Isro Miraj secara bersamaan memberikan bantuan khusus kepada penderita gizi buruk Muhammad Afdil (12) di Lingkungan Penyairan Atas, Kelurahan Kotabumi, Kecamatan Purwakarta, Kamis (27/5/2021).
Saat mengunjungi rumah kediaman Fadil, Wakil Walikota Sanuji tiba lebih dahulu sekitar pukul 08.00 WIB. Kemudian disusul Ketua DRPD Isro. Nampak ketika berbincang dengan Orangtua Afdil yakni Herman dan Hamsanah, baik Isro dan Sanuji membujuk agar bisa dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Wakil Walikota Sanuji mengatakan, dirinya bersama Ketua DPRD, Isro datang memberi bantuan dan semangat agar Afdil bisa dirawat di rumah sakit.
“Tadinya sempat orang tuanya gak mau dibawa anaknya ke rumah sakit. Akhirnya saya dan ketua dewan berhasil merayu mereka agar anak tersebut bisa diobati,” kata Sanuji.
Politisi PKS ini tak menampik selain persoalan penderita gizi buruk yang masih ada di Cilegon juga terdapat persoalan sosial lainnya. Seperti masih banyaknya warga miskin, pengangguran dan anak putus sekolah. Dengan kondisi tersebut, semestinya menjadi atensi dari pihak RT/RW, kelurahan dan kecamatan membantu masyarakat yang membutuhkan.
“RT/RW, kader posyandu, Lurah dan Camat semestinya sama-sama membantu. Orang kaya dan tetangga pun harus tahu kondisinya tetangganya sendiri,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Isro juga mengungkapkan hal yang sama. Politisi Golkar ini datang memberi bantuan sebagai bentuk keperdulian pemerintah terhadap warganya yang tidak mampu berobat. Kata dia, pemerintah dalam hal ini memiliki tugas dan tanggung jawab dan memberikan jaminan penuh untuk masyarakat miskin.
“Apalagi saat ini kondisi Covid-19 tentu banyak masyarakat Cilegon yang merasakan dampaknya. Karena itu, saya minta agar Dinas Sosial (Dinsos) untuk benar-benar mendata dan meneliti semua warga miskin yang membutuhkan bantuan PKH (Program Keluarga Harapan),” ujar Isro.
Selain menginventarisir warga miskin di Cilegon, ia meminta Dinsos juga harus berani untuk memulangkan keberadaan gepeng, pengemis dan pengamen jalanan yang bukan dari warga Cilegon.
“Dinsos harus berani jika para gepeng dan penyanyi jalanan dan pengemis dikembalikan asal mereka tinggal. Jangan hanya diam saja. Kan yang jelek Cilegon. Cilegon dianggap banyak menampung warga miskin sementara mereka bukan asli Cilegon. Sekali lagi, kami minta, inventarisir data benar-benar dilakukan oleh Dinsos,” tegas Isro. (Ully/Red)

