CILEGON, SSC – Walikota Cilegon, Helldy Agustian menyampaikan sejumlah pesan kepada direksi dan komisaris definitif PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PCM. Diantaranya meminta agar jajaran direksi dan komisaris bisa mengukir sejarah dengan membangun Pelabuhan Warnasari. Selain itu, Helldy juga meminta agar jajaran dapat membuat rencana kerja yang tepat kedepan dengan membaca peluang-peluang bisnis yang ada untuk mendongkrak pendapatan PCM.
Mengenai hal ini, Direktur Utama PCM, Muhammad Willy mengatakan, pihaknya sebelum melangkah untuk membangun Pelabuhan Warnasari akan terlebih dahulu melakukan evaluasi di internal.
Ia menyatakan, meski nanti dievaluasi dan jikalau Pelabuhan Warnasari diputuskan untuk dibangun, PCM akan menggandeng pihak ketiga. Tentunya kata dia, PCM akan mengkaji berbagai metode kerja sama. Salah satu yang dimungkinkan dengan skema Bangun Guna Serah atau Buit Operate and Transfer (BOT).
“Terlepas kita mengevaluasi, dari media yang kami lihat memang ada kerja sama dengan pihak ketiga. Misalnya untuk kedepannya jikalau nanti diputuskan membangun Pelabuhan Warnasari, saya rasa 99 persen menggunakan pihak ketiga, dengan skema bermacam macam, variatif. Bisa dengan Build Operate Transfer, BOT,” ujarnya kepada media usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PCM, Senin (29/11/2021).
Menurutnya, skema BOT lazim dilakukan oleh pemerintah atau BUMD jika membangun kerja sama dengan pihak ketiga dalam bisnis kepelabuhanan.
“Di Pelabuhan lainpun seperti di Samarinda membangun dengan konsep BOT. Skema itu skema yang umum, dalam hal membangun Pelabuhan dari nol. Tapi lagi-lagi jikalau ada keputusan untuk membangun itu terlepas kita melakukan evaluasi,” terangnya.
Willy berpandangan, bisnis kepelabuhanan di Banten sangat bergeliat. Karena dari karakteristiknya, lokasi pelabuhan-pelabuhan yang ada di Banten sangat strategis. Kemudian kunjungan kapal juga sangat tinggi. Selain itu, beberapa Badan Usaha Pelabuhan (BUP) juga sudah mulai berkompetisi untuk menjadikan pelabuhan internasional.
Menurutnya Pelabuhan Warnasari jikalau nanti dibangun akan pas berkonsentrasi bisnis pada pelayanan curah kering atau curah cair.
“Kalau melihat jenis pelabuhannya, saya rasa paling pas, curah cair, curah kering. Itu yang saya lihat. Tapi nanti akan kita evaluasilah,” paparnya.
Sementara, Direktur Operasional PCM, Eko Didik Harnoko menambahkan, pihaknya tidak begitu khawatir jika dalam satu kontrak kerja sama dengan mitra bisnis, PCM kehilangan pasar. Seperti yang belum lama kerja sama PCM dan PT Krakatau Bandar Samudera tidak diperpanjang. Menurutnya, PCM selaku BUP memiliki cakupan bisnis yang luas di mana bisa mencari potensi lain yang belum tergali. Salah satunya menjangkau pelayanan untuk TUKS di wilayah Tangerang.
Kata Didik, saat ini belum banyak jasa pemanduan tugboat menjangkau wilayah Tangerang padahal TUKS sudah banyak bertumbuh. Nantinya disana, PCM bisa membuka pasar baru untuk pelayanan pemanduan tugboat.
“Untuk kekhawatiran kehilangan disisi pemanduan, penundaan, kita tidak perlu khawatir. Karena unit usaha BUP sendiri luas. Yang saya lihat, di Tangerang banyak TUKS baru, itu ada sekitar diatas 30 TUKS dan ini pasar yang baru. Dimana sampai saat ini belum ada pergerakan pasar kesana. Dan ini bisa men jadi peluang PCM,” pungkasnya. (Ronald/Red)

