CILEGON, SSC – Jajaran direksi dan komisaris PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) baru saja ditunjuk oleh Walikota Cilegon, Helldy Agustian pada November 2021 lalu.
Dalam satu bulan ini, Muhammad Willy yang ditunjuk sebagai Direktur Utama PCM langsung melakukan langkah transformasi di tubuh BUMD Kota Cilegon yang dipimpinnya itu. Salah satunya menyiapkan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) pada 2022 mendatang.
Dirut PCM Willy mengungkapkan, ada 4 program yang menjadi fokus prioritas pihaknya pada tahun depan. Fokus pertama, PCM akan meningkatkan pendapatan perusahaan dengan melakukan ekspansi pasar jasa pemanduan kapal tugboat yang baru. Ekspansi pasar itu akan fokus di wilayah Banten Bagian Utara tepatnya wilayah Bojonegara dan sekitarnya.
“Selama ini, pelayanan di Bojonegara belum tersentuh PCM,” ujar Willy didampingi Direktur Operasional PCM, Eko Didik Harnoko saat di Restoran The Surosowan, The Royale Krakatau Hotel Kota CIlegon, Rabu (29/12/2021).
Selama ini, kata dia, PCM dalam bisnis jasa pemanduan kepada konsumen telah melayani 65 persen dari TUKS yang ada di Banten. Menurutnya dari bisnis itu masih terbuka peluang untuk diekspansi. Dengan begitu akan ada penambahan sekitar 20 konsumen baru atau peningkatan 5 persen. Sehingga keutungan yang ditargetkan 30 persen pada 2022 dapat tercapai.
“Sekarang market share kita sudah 65 persen dari seluruh TUKS yang ada di Banten. Jadi kalau dengan 20 konsumen ini, 5 persen lah peningkatannya,” tuturnya.
Tentu, kata Willy, PCM dalam ekspansi bisnis tersebut perlu mengimbanginya dengan peningkatan pelayanan. Maka dari itu, perusahaan akan menyewa 1 kapal tugboat baru dari 5 kapal tugboat yang dimiliki PCM saat ini.
Willy menyebut, prioritas kedua perusahaan akan fokus pada pemangkasan biaya yang tidak diperlukan agar efektif dan efisien.
Ia sejak memimpin PCM bersama direksi operasional dan para komisaris dalam melakukan pemangkasan biaya telah menemui 17 vendor perusahaan. Beberapa vendor diantaranya vendor BBM telah diminta untuk memberikan diskon. Upaya itu dilakukan untuk menghemat biaya operasional.
Direktur Operasional PCM, Eko Didik Harnoko menambahkan, upaya lain dalam memangkas biaya dilakukan dengan pembatasan konsumsi BBM saat kapal tugboat beroperasi. Pembatasan dilakukan dengan menyesuaikan penggunaan BBM saat tugboat memberikan pelayanan.
“Selama ini konsumsi bahan bakar hampir 200 ton perbulan, sekarang kita batasi 165 ton,” terangnya.
Fokus prioritas ketiga akan dilakukan pada pembenahan tata kelola manajemen perusahaan. Sistem layanan yang saat ini masih manual ke depan akan terintegrasi dengan sistem online.
“Ekspektasi kami ke depan, pelanggan kami bisa dari handhone saja. Ketahuan kapal di tracking, jam berapa tibanya, kemudian recieving order sampai invoicing. Ini sedang kita desain. Mudahan beberapa bulan ke depan, sisi IT sudah bisa terapkan,” ujar Willy melanjutkan.
Mengenai prioritas keempat, kata Willy, perusahaan akan fokus pada Pembangunan Pelabuhan Warnasari secara jangka panjang. Saat ini secara jangka pendek, perusahaan melibatkan universitas ternama untuk membuat desain konstruksi Pelabuhan Warnasari. Dari hasil itu diharapkan dapat menjadi langkah awal perusahaan menjajaki kerja sama dengan investor yang ingin membangun Pelabuhan Warnasari.
“Perguruan tinggi ini kan ahli dalam membangun, ahli dalam studinya. Hasil dari penilaian mereka ini harus bankable, terjamin,” pungkasnya. (Ronald/Red)

