CILEGON, Selatsunda.com – Empat unit bus Trans Cilegon Mandiri milik Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon terparkir di Terminal Seruni, Kota Cilegon, Selasa (28/6/2022). Pasalnya, keempat bus itu telah terparkir lama di terminal tipe c tersebut dan tidak lagi dioperasikan.
Berdasarkan pantauan Selatsunda.com di lapangan, 4 unit Trans Cilegon Mandiri ini terparkir di dekat Kantor UPTD Sub Terminal Seruni Cilegon. Dua bus terlihat masih baru dengan kondisi kursi jok terbungkus plastik. Sementara dua bus lainnya sudah terlihat nampak kondisi lama.
Salah satu pedagang di Terminal Seruni, Tursiah mengaku, keempat bus tersebut sudah cukup lama terparkir di Terminal Seruni. Bahkan dua bus diantaranya belum sama sekali digunakan oleh Pemkot Cilegon.
“Sudah lama banget gak pernah. Sebelumnya kan ada 2 unit tuh, enggak lama ada 2 unit lagi. Jadi 4 unit. Sayang, beli 4 bus menggunakan uang rakyat itu dibiarkan terbengkalai. Mending dijual buat bantu masyarakat miskin,” katanya dilokasi.
Senada dengan Tursiah, pedagang lainnya, Udin juga mengaku heran hingga saat ini keempat bus tersebut tak kunjung digunakan. Selain bus, halte bus yang berada di Terminal juga tidak digunakan.
“Dulu kan 1 pernah diresmikan ada halte dan busnya. Nah, halte dan bus pun enggak dipakai? Pernah sekali saya lihat 1 bus dipakai tapi hanya buat sekedar dipake pegawai Dishub untuk pergi keluar kota gitu. Daripada terbengkalai begini, coba dipakai. Kalau gak dipakai pasti bakal rusak. Mubazir aja uangnya,” ujar Udin.
Diketahui, Bus Trans Cilegon Mandiri dioperasikan sebagai sarana dari Program Saum yang merupakan salah satu Program Prioritas RPJMD Kota Cilegon 2016-2021 silam. Dishub Cilegon pada Tahun 2018 menyediakan 2 unit Bus Trans Cilegon dengan anggaran Rp 1,8 miliar perunitnya. Kemudian pada 2020, Dishub Cilegon kembali menambah 2 unit dengan anggaran perunit Rp 1,8 miliar.
Dikonfirmasi, Plt Kadishub Cilegon, Joko Purwanto tak menampik jika keempat bus tidak dioperasikan untuk sementara. Sampai saat ini, keberadaan baik bus dan shelter masih dievaluasi.
““Iyah sempat saya lihat dan cek kok kondisinya (tidak terpakai) Bus Trans Cilegon Mandiri. Kalau yang saya tahu memang itu program Prioritas dari Bappeda Cilegon. Tapi saat ini sedang tahap evaluasi. Minggu lalu sudah kita undang dari Bappeda Cilegon untuk membahas kedepan Bus Trans Cilegon dan shalter bagaimana nasibnya. Tunggu saja nanti hasilnya seperti apa,” pungkas Joko. (Ully/Red)

