20.1 C
New York
Selasa, April 21, 2026
BerandaPemerintahanHadapi Ancaman Resesi Global 2023, Ini Kata Wawalkot Cilegon Sanuji

Hadapi Ancaman Resesi Global 2023, Ini Kata Wawalkot Cilegon Sanuji

-

CILEGON, Selatsunda.com – Ancaman resesi global yang diprediksi akan terjadi pada 2023 diperbincangkan banyak pihak. Tidak terkecuali isu ini pun mendapat perhatian dari Wakil Walikota Cilegon, Sanuji Pentamarta.

Orang nomor dua di Kota Cilegon ini mengatakan, ada sejumlah langkah strategis yang perlu disiapkan Pemerintah Kota Cilegon dalam menghadapi ancaman resesi global. Berbagai hal itu mulai dari penguatan UMKM, menjaga kestabilan pangan hingga selektif penggunaan anggaran Tahun 2023.

Menurut Sanuji, keberadaan UMKM harus diperkuat karena memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi. Sanuji mengungkapkan, Pemkot dengan memperkuat sektor UMKM kemudian menggerakkan penggunaan produk-produk lokal dapat memperkuat daya beli masyarakat.

“Salah satunya ekonomi masyarakat harus diperkuat. UMKM diperkuat, semangat berwirausaha diperkuat, produk lokal kita beli. Pemerintah menunjukan keberpihakan ke produk lokal. Semua yang dibeli pemerintah, produk Cilegon yang digunakan,” ujar Sanuji, Rabu (9/11/2022).

Upaya untuk memperkuat UMKM, kata Sanuji, tentu harus disokong dengan permodalan. Ia meminta agar pelaku UMKM dapat memanfaatkan permodalan yang difasilitasi Pemkot Cilegon lewat Dinas Koperasi dan UKM. Kemudian, ia juga mendorong kepada BPRS Cilegon Mandiri (BPRS-CM) turut membantu permodalan UMKM.

“Permodalan untuk usaha mikro kan ada dana bergulir, secara prinsip itu bisa diakses siapa saja. Kemudian kita juga punya BPRS-CM  Fungsikan lah BPRS-CM dan dorong terus BPRS-CM, setengah-(program)-nya kan bisa untuk permodalan UMKM. BPRS itu kan BUMD, kan kita beri suntik modal, yach bantulah untuk pergerakan ekonomi,” ungkapnya.

Dalam menghadapi ancaman resesi, Sanuji juga berpandangan perlu disiapkan strategi ketahanan pangan yakni dengan menjaga pasokan kebutuhan pokok tetap aman.

Kemudian, Politisi PKS ini turut menyinggung dampak resesi kaitan dengan APBD Tahun 2023 yang saat ini mulai tengah disusun. Menurutnya, anggaran 2023 harus betul-betul disiapkan matang untuk antisipasi manakala resesi terjadi. Anggaran yang tidak terdapat kaitan dengan penyelamatan ekonomi sebaiknya dirasionalisasi.

“APBD harus betul-betul disiapkan untuk menjaga efek lebih jauh dari resesi. Jadi APBD kita harus dihitung banget, yang nggak penting yang tidak ada kaitan dengan penyelematan ekonomi, penguatan ekonomi, itu tidak usah,” terangnya.

Ia juga meminta dalam menghadapi potensi resesi seluruh pihak memiliki sense of crisis. Semangat gotong royong, jiwa kesetiakawanan bahu membahu membantu sesama harus diperkuat.

“Kemudian jiwa kesetiakawanan sosial musti ditingkatkan. Basisnya RT RW melakukan konsolidasi sosial, memetakan masyarkat yang lemah, miskin yang rentan. Itu harus menghidupkan sistem gotong royong, kita harus sama-sama saling bahu membahu,” pungkasnya. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen