BerandaPeristiwaRealisasi Tukar Uang di Banten Selama Ramadhan Sudah Mencapai Rp 2,2 Triliun

Realisasi Tukar Uang di Banten Selama Ramadhan Sudah Mencapai Rp 2,2 Triliun

-

CILEGON, SSC – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Imaduddin Sahabat menyampaikan, pihaknya telah merealisasikan penukaran uang sebesar Rp 2,2 triliun atau mencapai 70 persen sejak Kamis (22/4/2023) hingga Selasa (11/4/2023) selama periode Ramadhan dan Idul Fitri 1444 Hijriah.

“Kemarin kan kita (BI Banten) targetkan di tahun ini ada kenaikan sebelumnya Rp 3,2 triliun sekarang menjadi Rp 3,6 triliun. Dan sudah terealisasi sebanyak 70 persen atau mencapai Rp 2,2 triliun,” kata Imaduddin saat ditemui Selatsunda.com usai menghadiri bazar murah yang digelar di Kelurahan Bendungan Kecamatan Cilegon, Selasa (11/4/2023).

Imaduddin menambahkan, Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten menyiapkan uang tunai Rp 3,6 triliun untuk kebutuhan masyarakat selama periode Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri ini.

Masyarakat bisa menukarkan uang mulai tanggal 27 Maret hingga 20 April 2023. BI bersama dengn pihak perbankan menyiapkan 199 lokasi penukaran uang, mulai dari kantor perbankan, alun-alun, pasar, rest area tol Tangerang-Merak, hingga Pelabuhan Merak.

“Jadi mayoritas uang pecahan yang banyak ditukar masyarakat untuk Lebaran ini Rp 10.000 dan Rp 20.000 itu yang paling banyak diminta. Tapi kalau tidak Lebaran, mayoritas permintaan terbanyak ada di pecahan Rp 50.000 dan Rp 100.000. Meski begitu, kami pastikan kebutuhan uang receh untuk lebaran bisa terpenuhi mengigat kami sudah memprediksi kebutuan uang receh sebelum Hari Raya Lebaran,” tambahnya.

Orang nomor satu di BI Banten mengungkapkan, dari kabupaten/kota di Banten, mayoritas wilayah yang paling banyak melakukan penukaran uang receh ada di wilayah Kota Serang dan Kota Cilegon.

“Meskipun Tangerang berada di wilayah Banten, namun sistem distribusi mereka bergantung di Jakarta. Tapi kita akan terus dorong dan upayakan terus agar Tangerang bisa mengambil uang receh di kami (BI Banten),” terangnya.

Upaya yang dilakukan BI Banten, sambung Imaduddin dengan merealisasikan target uang receh yang ditetapkan terus melakukan koordinasi dengan bendahara di Provinsi dan para ritel agar bisa memprediksi berapa kebutuhan uang receh yang dibutuhkan.

“Kita akan terus dorong semua. Tapi, jika kebutuhan uang receh telah habis, kami tentunya masih memiliki stok apabula diperlukan pasti akan kita tambah,” pungkasnya. (Ully/Red)

 

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2