20.1 C
New York
Rabu, April 29, 2026
BerandaPeristiwaAtasi Krisis Air Bersih Wilayah Merak dan Grogol, Perumda Cilegon Mandiri Pasang...

Atasi Krisis Air Bersih Wilayah Merak dan Grogol, Perumda Cilegon Mandiri Pasang Pipa Sepanjang 3,6 Km

-

CILEGON, SSC – Rencana Pemerintah Kota Cilegon memasang jalur perpiaan air di wilayah Kecamatan Pulomerak dan Grogol sudah mulai dilakukan. Pemasangan pipa air ini untuk mengatasi krisis air bersih yang dialami masyarakat di sejumlah lingkungan di dua wilayah tersebut.

Direktur Perumda Air Minum Cilegon Mandiri (PDAM) Kota Cilegon, Ihwan Kurniawan mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan rencana pembangunan pipa air permukaan dengan panjang 3,6 kilometer.

“Kita (PDAM) sudah bentuk tim untuk mengurus persiapan pembangunan air di wilayah Pulo Merak. Kami juga sudah sampaikan ke Bagian Barang dan Jasa (Barjas) Setda Kota Cilegon untuk melayangkan lelang untuk proyek pekerjaan tersebut. Target kami, bulan ini atau Agustus dilelang. Semoga tidak ada halangan,” kata Ihwan kepada Selatsunda.com, Kamis (3/7/2025).

Kata Ihwan, pembangunan perpipaan air akan dilakukan 3 tahap. Pembangunan tahap pertama akan dimulai dari Wilayah Gerem hingga Merak. Pembangunan tahap kedua mulai dari Merak hingga Lebak Gede. Pembangunan tahap tiga akan mulai dilakukan dari Lebak Gede hingga Suralaya.

Untuk pembangunan tahap pertama dibangun oleh Perumda Cilegon Mandiri sedangkan untuk tahap kedua dan tahap ketiga akan dibangun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cilegon.

“Jadi yang kami kerjakan itu memiliki panjang pipa 3,6 kilo. Dengan panjang 3,6 kilo yang kita bangun ini, tentunya akan ada 3500 hingga 4.000 KK (kepala keluarga) yang menikmati air bersih. Nanti akan ada toren yang berukuran besar, lalu kita akan siapkan keran air dengan tekanan yang cukup,” jelas Ihwan.

Soal anggaran pembangunan, Ihwan pun memperkirakan anggaran yang dibutuhkan untuk membangun jalur perpipaan di wilayah Merak hingga Gerem sekitar Rp 3,5 miliar dengan menggunakan APBD Kota Cilegon 2025. Sedangkan untuk keseluruhan total anggaran yang dibutuhkan sebanyak Rp 30 miliar.

“Kami optimis semua bisa terealisasi. Karena penanganan krisis air bersih ini akan dimasukkan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menangah Daerah Kota Cilegon 2025-2029. Walikota pun mengarahkan ke Perumda Cilegon Mandiri untuk segera berdiskusi dengan OPD terkait,” harapnya.

Ihwan menargetkan pembangunan fisik dapat selesai dilakukan di akhir triwulan III atau di bulan Agustus 2025 mendatang. Dengan harapan tidak terdapat masalah saat pekerjaan dilelang.

“Targetnya di Agustus ini selesai pembangunannya,” ujar Ihwan seraya menerangkan sumber air berasal dari PT KTI. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2