CILEGON, SSC – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon bakal menganggarkan Rp 4 miliar di 2026 untuk membangun 5 rumah pompa untuk mengatasi banjir lokal. Rumah pompa itu bakal dibangun di sejumlah kawasan rawan banjir.
Kepala DPUTR Kota Cilegon, Tb Dendi Rudiatna mengatakan, 5 titik yang rencanaya akan dibangun rumah pompa, diantaranya di Sukmajaya dan Bulakan.
“Selama ini, kita sudah memiliki tandon. Tapi, tidak memiliki rumah pompa. Rumah pompa yang dibangun itu nantinya akan di tempatkan pompa air agar ketika hujan dan banjir, air masuk ke tandon. Jadi seperti menampung air hujan. Ketika nanti musim kemarau, air cadangan yang ada di tandon itu bisa mengalir ke titik-titik kekeringan tersebut,” kata Dendi ditemui di Kantor Walikota Cilegon, Selasa (15/7/2025).
Dendi menambahkan, untuk membangun lima rumah pompa, Pemkot Cilegon membutuhkan anggaran sekitar Rp 4 miliar. Yang mana, 1 rumah pompa berkisar Rp 800 juta.
“Karena tahun ini defisit anggaran, jadi kita alokasikan di 2026 mendatang. Tahun depan sudah jadi prioritas kami agar dibangun rumah pompa,” tambah Dendi.
Dia menerangkan, permasalahan banjir yang sering terjadi di Cilegon karena air hujan kerap meluap ke jalan dari sungai.
“Dan permasalahan kedua, kalau kita jalan di jalan raya tadi, kita bisa lihat posisi jalan kita sudah di bawah tinggi muka air Kali sentiong. Itulah sebabnya sistem drainase di kawasan ini harus dibangun rumah pompa supaya dapat menghadirkan dengan cepat rumah pompa tersebut,” ucapnya. (Ully/Red)

