CILEGON, SSC – Walikota Cilegon, Robinsar merespon Anggota Dewan DPRD Cilegon yang menilai PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PT PCM) tak mulus melantai di bursa efek lantaran kurang kajian komprehensif. Walikota Robinsar bilang, PCM ke PT Bursa Efek Indonesia (PT BEI) untuk menjadikan perusahaan go public atau initial public offering (IPO) merupakan langkah awal. Justru PCM ke BEI sebagai langkah kajian.
“Jadi buka kajian kurang matang. Langkah kita itu, baru wacana baru dikomunikasikan. Kalau dibilang kurang kajian, justru itu (komunikasi dengan BEI) langkah kajian,” ucapnya Robinsar Belum lama ini ditulis Selatsunda.com, Jumat (18/7/2025).
Prinsipnya, kata Robinsar, seluruh skema pembiayaan pembangunan Pelabuhan Warnasari masih terus dikaji dan diupayakan pihaknya. Apakah itu skema pendanaan lewat go public atau IPO, pendanaan pihak ketiga ataupun investor.
“Initinya semua sedang dikaji dan kemungkinan lain sedang diupayakan. Salah satu dengan di IPO-kan, di pihak ketigakan, dengan investor. Jadi memang semua sedang dalam tahapan. Jadi kalau kita bicara memastikan itu semua, tahapan mana kemungkinan yang bisa,” paparnya.
Robinsar menyatakan, sejauh ini Pemkot telah berkoordinasi dengan PCM membicarakan opsi-opsi atau skema pembangunan Pelabuhan Waransari. Dari kordinasi itu, kata Robinsar, Pelabuhan Warnasari akan dibangun dengan tiga opsi skema. Yakni, skema pembangunan skala kecil, sedang dan besar.
Untuk skema pembangunan Pelabuhan Warnasari dengan skala kecil akan menyedot pembiayaan sebesar Rp 1,3 triliun, pembangunan sedang Rp 2,2 triliun dan pembangunan besar Rp 3,8 triliun.
“Kemarin kita rapat dengan PCM, ada tiga skema. skema kecil, skema sedang, skema besar. Skema besar itu semua sarana prasarananya komplit, kalau yang sedang, han Sebagian saja. Yang kecil ada jettynya, ada pelebuhannya. Ada juga yang mikro lagi, itu kita butuh Rp 130 miliar, itu hanya Pelabuhan, 1 jetty,” ucapnya.
Ditengah upaya mendapatkan sumber pembiayaan itu, kata Robinsar, secara bersamaan Pemkot dan PCM juga tengah mengupayakan menyambungkan akses jalan pelabuhan ke akses kawasan industri. Akses jalan itu penting, agar lahan Pelabuhan Waransari dapat dimanfaatkan untuk kawasan.
“Yang paling konkrit, adalah akan menyambungkan jalan ke jalan akses. Ketika akses jalan tersambung ke jalan utama, walupun dalam tanda kutip sekalipun kita belum bisa pelabuhannya, tetapi area tersebut sudah bisa akita bikin kawasan,” terangnya.
Dalam waktu dekat, lanjut Robinsar, Pemkot akan berkomunikasi dengan PT Krakatau Steel dan industri terdekat untuk membicarakan penyambungan akses jalan ke Pelabuhan Warnasari.
“Insya allah, dalam waktu dekat kita akan bicarakan dengan Chandra Asri, karena sebelahnya ada lahan PT CAA, dan juga akan berbicara dengan Krakatau Steel. Sudah dikomunikasikan, sedang meng-arrage waktu, insya allah minggu depan kita janjian,” harapnya.
Pada pemberitaan sebelumnya, DPRD Kota Cilegon menilai, Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon masih kurang melakukan kajian mendalam atas rencana PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) untuk menjadi perusahaan go public atau initial public offering (IPO). Pasalnya, rencana PT PCM melantai di bursa saham tak mulus lantaran terdapat catatan dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI).
Anggota DPRD Cilegon dari Fraksi Partai Gerindra, Ahmad Aflahul Aziz mengatakan, terobosan Pemkot Cilegon untuk menjadikan PCM perusahaan go public dinilai langkah yang baik. Hanya saja, saat terganjal di BEI, ia menilai baik Pemkot dan PCM masih kurang kajian komprehensif. Ia menyatakan, untuk melantai di bursa saham, aturan-aturan yang dipersyaratkan harus dipenuhi maka kajian perlu dipikirkan matang-matang. (Ronald/Red)

