20.1 C
New York
Kamis, Juni 25, 2026
Beranda Peristiwa Datangi Pemkot Cilegon, Inaplas Beri Masukan Atasi Banjir di Ciwandan

Datangi Pemkot Cilegon, Inaplas Beri Masukan Atasi Banjir di Ciwandan

0
328
Inaplas mendatangi Kantor Walikota Cilegon,Selasa (6/1/2025). Mereka datang salah satunya untuk membicarakan persoalan banjir di Ciwandan. Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Asosiasi industri petrokimia dan plastik yang tergabung dalam The Indonesia Olefin, Aromatic and Industry Association (Inaplas) menyambangi Kantor Pemkot Cilegon, Selasa (6/1/2026).

Chairman Inaplas, Suhat Miyarso mengatakan, pihaknya datang ke Pemkot untuk memberikan masukan dalam mengatasi banjir terkhusus di wilayah Kecamatan Ciwandan.

“Betul jadi pertama ini kita koordinasi, kedua melaporkan hasil kerja kita. Ketiga, kita minta dukungan, karena ada beberapa kerjaan yang kita programkan, itu perlu dibantu pemerintah. Kalau untuk yang bersangkutan dengan anggota-anggota inaplas, semua clear. Artinya, bisa kita kerjakan semua,” ujar Suhat ditemui awak media.

“Tapi kalau yang menyangkut instansi lain, atau di luar wilayah pabrik-pabrik kita, ini yang perlu dibantu oleh pemerintah. Kita harapkan tahun ini semua bisa selesai, insya Allah tahun depan tidak ada banjir,” sambungnya.

Suhat menyatakan, ada sejumlah masukan yang disampaikan Inaplas kepada Pemkot. Salah satunya terkait penanganan persoalan air hujan yang meluap terhambat mengalir dari bukit ke laut. Suhat mengungkapkan, banjir yang terjadi di Ciwandan, beberapa waktu lalu terjadi karena terdapat bangunan-bangunan masyarakat yang berdiri diatas saluran yang lahannya milik PT KAI. Hal itu mengakibatkan air tidak tersalurkan ke laut dengan baik.

“Diantaranya ada beberapa bagian, itu yang menjadi bottle neck, menjadi hambatan bagi pengaliran air dari bukit ke laut. Ini ada yang dipunyai oleh instansi lain, dalam hal ini KAI dan juga dimanfaatkan oleh masyarakat. Jadi saluran banyak tertutup oleh bangunan-bangunan,” ucapnya.

Kondisi itu, diakui pihaknya tidak dapat diselesaikan. Maka dari itu, pihaknya memohon bantuan Pemkot Cilegon.

“Kami dari Inaplas nggak bisa menyelesaikan pihak-pihak seperti itu,” ungkapnya.

“Itu menutup salaran saluran air yang mengalirkan dari arah gunung ke laut. Ini yang perlu kita bicarakan, bantuan dari pemda maupun masyarakat sekitar, bagaimana bisa lancar dan tidak terjadi banjir lagi,” ucapnya.

Dalam penanganan masalah banjir di Ciwandan, Inaplas juga memberi masukan agar lahan-lahan yang gundul dapat direboisasi.

“Selain dari itu, kami mohon bantuan, tanah yang gundul, yang tidak ada pohon-pohonan untuk dihijaukan kembali. Nanti kita bantu menyediakan bibit-bibitnya maupun bantu pohon-pohon yang akan ditanam, sehingga nanti kita bisa kerja sama untuk menghijaukan tanah yang gersang,” paparnya.

Sementara itu, Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon, Aziz Setia Ade menyatakan kedatangan Inaplas dan Chandra Asri untuk melaporkan evaluasi atas kejadian banjir, beberapa waktu lalu di Ciwandan.

Aziz menyatakan, para pertemuan tersebut terdapat masukan yang diberikan Inaplas. Dari masukan itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan beberapa pihak baik KAI, BPJN dan lainya untuk segera melakukan penanganan banjir.

“Jadi inisiasi dari Inaplas, ketuai oleh CAP, ingin melaporkan ke Pak Wali terkait evaluasi kejadian banjir kemarin khususnya di Ciwandan. Tadi ada beberapa masukan, tentunya ada berkoordinasi dengan BPJN, KAI tentunya kita ingin daerah Ciwandan tidak banjir lagi,” terang Aziz.

Pemkot mengakui terdapat pekerjaan rumah dalam menyelesaikan banjir dii Ciwandan. Salah satunya, kata Aiziz, masih terdapat saluran yang tertutup bangunan.  Kemudian saluran-saluran air yang berada dalam kewenangan industri, juga perlu diperlebar.

“Ada beberapa hal yang tadi kita punya pr, yang paling utama di titik yang berdekatan dengan PT Kinetek, disitu ada KAI, BPJN, ada saluran yang tertutup oleh bangunan-bangunan,” terangnya.

“Kemudian kedua yang di daerah Selago. Pengelolaannya oleh PT KSI. Besok, kita dengan Inaplas melakukan monitoring ke lapangan untuk segera dilakukan pelebaran drainase, sehingga air yang meluap, yang terjadi banjir, bisa surut melalui saluran yang dikelola PT KSI. Yang untuk KSI itu, salurannya dimensinya terlalu kecil. Jadi besok kita survei bersama dengan Inaplas kita akan lihat kira-kira seberapa besar dimensi yang akan dibangun di situ,” paparnya.

Selain persoalan banjir di hilir, pihaknya juga membicarakan masalah di hulu. Pemkot, kata Aziz, telah memetakan bahwa salah satu penyebab banjir yang terjadi di Cilegon akibat maraknya pertambangan. Untuk menangani masalah itu, Pemkot Cilegon akan bersurat kepada Pemprov Banten mengusulkan untuk dilakukan moratorium aktivitas pertambangan.

“Kami juga berdiskusi, terkait dengan lokasi lokasi penambangan. Karena kita sudah petakan, salah satu potensi atau penyebab banjir ini akibat pertambangan. Kami sudah berkoodinasi agar ini di moratorium, tidak ada izin yang dikeluarkan. Malah kita melakukan gerakan penanaman pohon. Dari industri dan kami juga,” pungkasnya. (Ronald/Red)