20.1 C
New York
Rabu, Juni 17, 2026
Beranda Peristiwa Pemkot Cilegon Akan Usulkan Bantuan Keuangan ke Provinsi Terkait Anggaran PSEL

Pemkot Cilegon Akan Usulkan Bantuan Keuangan ke Provinsi Terkait Anggaran PSEL

0
42
Warga tampak mengangkut sampah saat di TPSA Bagendung, Kota CIlegon, Belum lama ini. (Foto Ronald/Selatsunda.com)

CILEGON, SSC – Pemerintah Kota Cilegon akan mengusulkan bantuan keuangan (bankeu) ke Pemerintah Provinsi Banten terkait anggaran untuk menjalankan program pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL).

Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Cilegon, Aziz Setia Ade Putra mengatakan, rencana usulan Bankeu terkait PSEL tersebut akan diajukan mengingat fiskal Pemkot Cilegon, terbatas. Tentunya, kata Aziz, untuk memenuhi anggaran program PSEL perlu dengan berbagai cara dan sumber pendanaan. Termasuk penyiapan anggaran untuk anggaran operasional dan armada pengangkut truk sampah.

“Kita dengan keterbatasan fiskal, tentunya kita berbagai cara, berbagai sumber, kita gali potensi untuk bisa mewujudkan PSEL. Termasuk untuk penyiapkan kendaraan dan lain sebagainya, intinya untuk penyiapan kendaraan.  Sehingga teman-teman dari Dinas Lingkungan Hidup akan mengusulkan ke Provinsi untuk bisa mendapatkan sarana prasana untuk program PSEL,” ujar Aziz, Rabu (17/6/2026).

Diketahui pada akhir April lalu, Pemkot Cilegon mengajukan surat permohonan dukungan kepada DPRD Cilegon untuk penyelengaraan PSEL. Permohonan dukungan tersebut terkait dukungan anggaran baik anggaran operasional (Opex) dan anggaran belanja armada (Capex). Nilai permohonan dukungan anggaran tersebut sekitar Rp 39 miliar.

Terkait dengan kebutuhan anggaran tersebut, kata Aziz, pihaknya berencana akan mengusulkan bankeu ke Provinsi untuk pemenuhan anggaran Opex.

“Mungkin kalau kita hanya opex saja (usulan ke Provinsi). Karena kita butuh itu terkait dengan kendaraan operasional, plus BBM dan sebagainya,” ucapnya.

“Operasional mereka, bukan kita. Armada truknya, kita, termasuk BBM dan sebagainya. PSEL hanya menerima sampah yang ditentukan kuotanya berapa, perharinya itu,” sambungnya.

Untuk merealisasikan rencana pengajuan tersebut, Aziz meminta agar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk berkoordinasi dengan Bapperida. Karena usulan itu perlu dimatangkan OPD terkait.

“Kalau perencanaannya ada di Bappeda, nanti DLH ke Bappeda mana yang diback up oleh kita, mana yang bisa kita usulkan. Karena tidak semua kita usulkan,” ucapnya.

Usulan tersebut, kata Aziz, akan diajukan dalam waktu dekat.

“Segera mungkin,” pungkasnya. (Ronald/Red)