CILEGON, SSC – Kampung Keluarga Berencana (KB) Kelurahan Tegal Bunder, Kecamatan Purwakarta menjadi pilot project atau project pertama pencanangan Kampung KB se-Kota Cilegon. Terpilihnya, kampung yang dinamai Kampung KB Raflesia ini dianggap paling siap dari berbagai aspek prasyaratan untuk mendukung program tersebut.
Program kampung KB gagasan Presiden Jokowi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjalankan program KB agar dapat meningkatkan taraf ekonomi keluarga.
Ketua TP PKK Provinsi Banten Niniek Nuraini Halim mengapresiasi pendirian Kampung KB Raflesia di Tegal Bunder. Ia pun meminta, Kampung ini dapat membantu Provinsi Banten dan Kota Cilegon dalam meningkatan ekonomi keluarga. Utamanya secara langsung dapat memberikan manfaat untuk warga Cilegon.
“Jadi keberadaan kampung KB ini harus ada manfaat untuk warga Cilegon. Terlebih lagi, membantu pemerintah dalam menekan angka kemiskinan maupun meningkatkan kesenjangan sosial,” kata Niniek kepada Selatsunda.com,” Jumat (7/12/2018).
Ia berharap agar Pemerintah Kota Cilegon dapat membantu dan mendukung keberadaan Kampung KB Raflesia ini.
“Tanpa dukungan dan kontribusi dari Pemkot Cilegon keberadaan kampung KB Raflesia tidak akan berjalan dengan baik,” ujarnya.
Sementata itu, Ketua PKK Kota Cilegon Lili Edi Ariadi mengucapkan terima kasih atas kedatangan Ketua TP PKK Provinsi Banten Niniek Nuraini Halim dan tim evaluasi Kampung KB di Kampung KB Raflesia.
“Saya ucapkan terima kasih kepada ibu ketua yang telah mendukung Kampung KB Raflesia ke Lingkungan Dukuh Malang Kelurahan Tegal Bunder Kecamatan Purwakarta. Kampung KB Raflesia merupakan lokasi kampung percepatan pencapaian program KKBPK yang dimulai dari penggarapan didaerah pinggiran,” ucap Lili.
Lili menjelaskan, Kampung KB di Lingkungan Dukuh Malang ini merupakan kampung binaan TP PKK. Pembinaanya dilakukan oleh kader PKK sekaligus menguatkan 10 program PKK.
“Progres pembinaan yang telah kami (PKK Kota Cilegon,red) lakukan untuk para kader ini dimulai dari telah tertibnya administrasi kelompok kegiatan, tertibnya rumah data serta pelaksanaan kegiatan bina keluarga,” pungkasnya. (Ully/Red)

